Oso Sekuritas: IHSG Mulai Menunjukkan Penguatan

Oso Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kencenderungan menguat di kisaran 5.829 - 5.942 dalam perdagangan hari ini, Kamis (21/06).
Mia Chitra Dinisari | 21 Juni 2018 08:27 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kencenderungan menguat di kisaran 5.829 - 5.942 dalam perdagangan hari ini, Kamis (21/06).

Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan hal itu karena IHSG break down support dynamic pada moving average dengan indikator Stochastic bergerak bearish dan MACD histogram bergerak ke arah negatif dengan volume meningkat tipis.

Menutup perdagangan kemarin (20/06), IHSG ditutup melemah 1,83% ke level 5.884,04. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, dimana sektor Keuangan dan Properti memimpin pelemahan masing-masing sebesar 3,54% dan 2,96%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, UNTR Koreksi yang terjadi pada indeks seiring dengan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap suku bunga The Fed yang telah naik menjadi 2% pada bulan Juni ini, selain itu adanya kisruh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kembali memanas juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) Sebesar Rp2,04 triliun. Nilai tukar rupiah stagnan di level 13.932.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup bervariatif dengan mayoritas menguat terbatas pada perdagangan semalam (20/06). Indeks Dow Jones melemah 0.17% ke level 24,657.80. Sedangkan S&P terangkat 0.17% ke level 2,767.32 dan Nasdaq naik 0.72% ke level 7,781.52.

Penguatan yang terjadi di sektor teknologi mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi barunya. Adapun penguatan ini terjadi ditengah penurunan pada indeks Dow Jones dengan terkoreksi 0.17% dikarenakan pelemahan pada saham Blue-chip yang tertekan oleh ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan yang dipandang memiliki dampak lebih besar pada perusahaan multinasional.

Economic & Industry News

Resiko Perang Dagang Antara Amerika Serikat (AS) Dan China Berpotensi Memangkas Target Pertumbuhan Ekonomi China Ke Depan
Produksi Shale Oil AS Yang Melonjak Terus Mendorong Rekor Produksi AS Ke 10,47 Juta Barel Per Hari Tahun Ini, Menjadi Penghalang Kenaikan Harga
Harga Minyak Sawit Mentah Atawa Crude Palm Oil (CPO) Tertekan Ke Level Terendah Seiring Memanasnya Konflik Perang Dagang Amerika Serikat (AS) Dan China

Corporates News

Pada Tahun 2017 Rugi Bersih TRIO Turun 61,7% Menjadi Rp 188,42 Miliar Dari Sebelumnya Rp 492,76 Miliar

DWGL Targetkan Dapat Memasok Batubara Sebanyak 5 Juta Ton Kepada PLN Selama Dua Tahun Mendatang

SMRA Akan Meluncurkan Proyek Summarecon Mutiara Makassar Pada Kuartal III 2018

SHID Anggarkan Belanja Modal Tahun 2018 Sebesar Rp 10 Miliar

PALM Akan Menjual Anak Usahanya PT Langgam Inti Hibrindo SenilI Rp 52 Miliar

JKON Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 5 80 Per Saham Pada 20 Juli 2018

LTLS Telah Melunasi Obligasi Tahap I Tahun 2013 Senilai Rp 700 Miliar Pada 19 Juni 2018

JTPE Targetkan Laba Bersih Tahun 2018 Sebesar Rp 85 Miliar

NISP Melakukan Kerjasama Dengan Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Dengan

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top