KURS RUPIAH 20 JUNI: Spot Diprediksi Menguat

Pergerakan rupiah pasca libur lebaran diprediksi akan mengalami penguatan.
Aprianto Cahyo Nugroho Dan Renat Sofie Andriani | 20 Juni 2018 06:11 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Pergerakan rupiah pasca libur lebaran diprediksi akan mengalami penguatan. 

Menurut Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps berdampak terhadap penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang negara lainnya.

Namun demikian, Josua memprediksi nilai tukar rupiah diperkirakan akan tetap stabil karena Bank Sentral sudah melakukan kebijakan yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve dengan menaikkan suku bunga kebijakan pada Mei 2018 lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, lanjutnya, Dollar Index menguat sekitar 1,8% sejak The Fed menaikkan suku bunga acuan pada kamis lalu. Meski demikian imbal hasil surat utang pemerintah AS cenderung menurun di kisaran 2,9%.

Dengan kondisi tersebut, Josua mengatakan nilai tukar rupiah pada pasar spot diperkirakan akan melemah pada awal perdagangan pasca libur Idulfitri karena NDF USD/IDR 1 bulan cenderung menguat 1% dalam sepekan terakhir

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengemukakan usai libur panjang Lebaran diprediksi rupiah berpotensi bergerak menguat.

“(Rupiah setelah Lebaran) di kisaran 13.800-14.000,” seperti dikutip Bisnis.com beberapa waktu lalu. 

Optimismenya rupiah berpeluang menguat setelah libur Idulfitri dengan memperhatikan sejumlah data yang akan dirilis.

Kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (8/6/2018) melemah 57 poin atau 0,41% ke Rp13.932 per dolar AS.

Simak pergerakan rupiah sepanjang hari ini secara live di Bisnis.com

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top