3 Anggota OPEC Siap Hadang Rencana Peningkatan Produksi Minyak

Venezuela dan Irak akan bergabung bersama Iran dalam upaya menghadang usulan peningkatan produksi minyak yang diinisiasi oleh Arab Saudi dan Rusia dalam pertemuan OPEC di Wina, pekan ini.
Newswire | 18 Juni 2018 00:28 WIB
Anjungan minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Venezuela dan Irak akan bergabung bersama Iran dalam upaya menghadang usulan peningkatan produksi minyak yang diinisiasi oleh Arab Saudi dan Rusia dalam pertemuan OPEC di Wina, pekan ini.

“Tiga pendiri OPEC akan menghentikan [rencana Arab Saudi dan Rusia],” ujar perwakilan Iran Hossein Kazempour Ardebili kepada Bloomberg, Minggu (17/6/2018). “Rencana Arab Saudi dan Rusia untuk meningkatkan produksi membutuhkan kesepakatan bersama. Jika keduanya ingin bertindak sendiri, itu pelanggaran perjanjian kerja sama. "

Pernyataan perwakilan Iran tersebut semakin menunjukkan bahwa pertemuan OPEC untuk membahas proposal guna mengakhiri pemangkasan produksi global akan diwarnai pertikaian.

Kesepakatan pemangkasan produksi oleh 24 negara anggota sejauh ini dinilai telah berhasil dalam menyeimbangkan pasar minyak dan mendongkrak harga minyak mentah. Oleh karena itu, dua produsen terbesar itu menginginkan relaksasi kuota secepatnya pada bulan depan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan OPEC dan sekutunya mempertimbangkan peningkatan produksi sebanyak 1,5 juta barel per hari.

Jumlah itu akan cukup untuk mengimbangi kerugian pasokan dari Venezuela dan Iran yang diramalkan oleh Badan Energi Internasional. Menurut sumber yang mengetahui isu ini, Arab Saudi telah membahas berbagai skenario untuk meningkatkan produksi antara 500.000 hingga 1 juta barel per hari.

Tekanan Trump

Aliansi ini juga menghadapi tekanan dari luar. Presiden AS Donald Trump terus mengkritik Organisasi Negara Pengekspor Minyak lewat akun Twitter-nya. Khawatir tentang dampak lonjakan harga bensin pada pemilihan jangka menengah, Pemerintahan Trump gencar melobi kenaikan produksi.

"Kami menyerukan kepada saudara-saudara di OPEC dan Rusia bahwa kita tidak perlu menenangkan Trump, yang memberi sanksi pada dua pendiri OPEC dan juga Rusia," kata Kazempour Ardebili. “Kami adalah negara berdaulat yang digerakkan oleh tanggung jawab dan nilai kami sendiri. Seluruh dunia harus melawan sikap arogan ini, dan akan melakukannya. ”

Badan Energi Internasional mengatakan pada pekan lalu bahwa sanksi AS akan membuat Iran dan Venezuela berpotensi kehilangan hampir 30% dari produksi minyak mereka tahun depan, sehingga membutuhkan pasokan tambahan dari anggota lainnya.

"Tidak ada perubahan yang terjadi dalam fundamental pasar, meskipun Badan Administrasi Informasi Energi AS dan IEA mengatakan hal yang berbeda. Pasokan dalam keadaan aman, dan OPEC harus mematuhi keputusannya hingga akhir tahun ini," katanya.

Sumber : Bloomberg

Tag : opec
Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top