Libur Panjang, Sejumlah Calon Emiten Ini Terus Maju Lakukan Proses IPO

Terhentinya aktivitas pasar modal akibat libur Lebaran sejak akhir pekan lalu dan baru dimulai kembali pada Rabu (20/6), tidak menyurutkan niat sejumlah calon emiten untuk melakukan penawaran umum perdana saham.
M. Nurhadi Pratomo | 11 Juni 2018 17:10 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Terhentinya aktivitas pasar modal akibat libur Lebaran sejak akhir pekan lalu dan baru dimulai kembali pada Rabu (20/6), tidak menyurutkan niat sejumlah calon emiten untuk melakukan penawaran umum perdana saham.

PT NFC Indonesia Tbk. telah menggelar paparan publik dan due dilligence meeting untuk rencana penawaran umum perdana saham (IPO) pada, Jumat (8/6). Dengan demikian, anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk. tersebut juga resmi memulai masa penawaran awal yang dijadwalkan berakhir pada 21 Juni 2018.

Perseroan berencana melepas 166,67 juta lembar saham baru dengan harga penawaran Rp1.500 - Rp2.000. Diperkirakan, dana yang dihimpun sebanyak-banyaknya mencapai Rp333,33 miliar.

Dalam aksi korporasi tersebut, NFC Indonesia telah menunjuk PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai underwriter. Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan dilakukan pada Juli 2018.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto optimistis target dana yang dibidik melalui IPO NFC Indonesia tetap tercapai meski terpotong masa libur lebaran. Apalagi, penawaran juga dilakukan bagi investor asing yang masih melakukan aktivitas perdagangan.

“Sebenarnya yang libur cuma di Indonesia tetapi di luar negeri tidak. Jadi, tetap paralel melakukan hubungan dengan investor asing,” jelasnya usai menggelar paparan publik akhir pekan lalu.

Direktur Trimegah Sekuritas David Agus mengklaim periode libur Lebaran bukan berarti menghilangkan calon investor. Terdapat beberapa kesempatan dan jalan untuk menjaring calon investor yang akan menyuntik dana segar ke NFC Indonesia.

“Masih ada peluang untuk berhubungan dengan investor pada hari-hari menjelang atau setelah Lebaran,” imbuhnya.

Komisaris Utama NFC Indonesia Suryandy Jahja mengatakan bahwa 60% dana segar yang dihimpun akan digunakan untuk peningkatan modal kerja. Sisanya, akan digunakan untuk investasi peningkatan teknologi perseroan serta pengembangan sumber daya manusia.

Pihaknya menyatakan tetap memberikan porsi terbesar saham baru yang dilepas kepada investor lokal. Adapun, komposisi penjatahan yakni 60% saham untuk investor lokal dan 40% saham untuk investor asing.

Di sisi lain, calon emiten entitas anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., juga tengah melakukan penawaran awal yang telah dimulai sejak 28 Mei 2018 dan berakhir pada 22 Juni 2018. Rencananya, pencatatan perdana di BEI akan dilakukan pada 10 Juli 2018.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono menyatakan optimistis rencana IPO tidak terganggu dengan libur Lebaran 2018. Pihaknya berharap target dana segar yang dibidik dapat tercapai.

“[Jadwal] book building sampai 22 Juni 2018. Kami optimistis tercapai maksimum saham yang dilepas 30% dengan nilai total minimum Rp1 triliun,” ujarnya.

Sebagai catatan, Indonesia KendAraan Terminal akan menggunakan dana yang didapat melalui IPO untuk keperluan investasi infrastruktur. Selain itu, perseroan akan menambah aset melalui kucuran dana tersebut.

Dalam aksi korporasi tersebut, IKT yang menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sementara itu, RHB bertindak sebagai Agen Penjual Internasional (International Selling Agent).

Secara terpisah, Managing Director PT Mandiri Sekuritas Laksono Widodo menyebut akan memperpanjang masa penawaran awal. Hal itu menyusul adanya libur Lebaran yang memotong periode book building.

Laksono mengklaim periode libur Lebaran yang cukup panjang juga tidak akan memengaruhi minat investor. Pasalnya, pihak underwriter telah memerhitungkan secara mendalam terkait hal tersebut.

“Book buliding dibuat panjang saja sampai mendekati akhir Juni 2018,” jelasnya.

Tag : emiten, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top