Zakat Saham Mulai Mengalir dari Investor Pasar Modal

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berharap zakat saham yang dihimpun melalui PT Henan Putihrai Sekuritas dapat mencapai sekitar Rp300 juta pada Idulfitri 1439 H.
Novita Sari Simamora | 10 Juni 2018 18:14 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berharap zakat saham yang dihimpun dari para investor di pasar modal dapat mencapai sekitar Rp300 juta pada Idulfitri 1439 H.

Zakat merupakan kewajiban yang dikeluarkan oleh seseorang yang beragama Islam dan diberikan kepada fakir miskin. Umumnya, zakat dikenal dengan memberikan beras dan uang.

Namun, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai pengelola zakat nasional telah membuat gebrakan baru. Zakat saham namanya.

Diharapkan, investor pasar modal bisa melaksanakan kewajiban zakat dalam bentuk instrumen saham yang dimiliki dari rekening saham ke rekening Baznas.

Deputi Baznas, M. Arifin Purwakanantan mengungkapkan, nilai zakat saham belum terlalu banyak dari sisi nominal. Sebab, masih dibutuhkan sosialisasi yang intens kepada masyarakat terkait zakat saham.

Saat ini, Baznas menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk memfasilitasi portofolio zakat saham. Harapannya, menjelang Lebaran, nilai zakat saham bisa bertambah, seiring meningkatnya kesadaran investor pasar modal melaksanakan kewajiban.

"Saat pertama kali kami meluncurkan zakat saham, ada sekitar Rp50 juta nilai zakat saham yang diterima. Semoga saat Lebaran bisa mencapai Rp300 jutaan," ungkapnya kepada Bisnis.com.

Untuk meningkatkan literasi di daerah, Baznas akan mengenalkan zakat saham melalui account executive (AE). Baznas pun akan menggelar pelatihan di mal-mal dan kota-kota besar.

Dalam kesempatan tertentu, Direktur Henan Putihrai Sekuritas Mohamad Yunus mengungkapkan, perseroan akan memfasilitasi nasabah dalam mengeluarkan zakat, yang nantinya diberikan kepada penerima zakat. Dia mengungkapkan, zakat saham tersebut akan masuk ke dalam rekening Baznas.

"Kami akan mengelola zakat saham yang ada di portofolio Baznas. Saat ini, sudah terkumpul Rp135 juta zakat saham," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com.

Yunus menuturkan, sejak 25 Mei--4 Juni 2018, jumlah zakat saham terus bertambah. Aliran zakat saham, dominan lebih banyak berasal dari investor dari Jakarta.

Untuk meningkatkan literasi di daerah, maka Baznas dan telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding) beberapa daerah, antara lain Bandung, Pekanbaru dan Palembang.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan jumlah single investor identification (SID) di Indonesia mencapai 1,21 juta SID per Maret 2018.

Sementara itu, dana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pada akhir Mei 2018, nilai perdagangan saham mencapai Rp921,19 triliun. Kontribusi investor domestik mencapai 60,86% dan asing 39,14%.

Yunus mengharapkan, investor pasar modal, khususnya yang beragama Islam bisa melaksanakan kewajiban zakat saham untuk membantu fakir miskin.

Tag : pasar modal
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top