Emiten Plastik, PBID Perkuat Ekspor

Setelah mengakuisisi pabrik di Malaysia, PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) berencana memperbesar pasar ekspor di Asia Tenggara.
Novita Sari Simamora | 09 Juni 2018 00:33 WIB
Direktur Utama PT Panca Budi Idaman Tbk. Djonny Taslim( tengah) berbincang dengan Direktur Emiyati (dari kiri), Direktur Fu Yin Ung, Wakil Dirut Vicky Taslim, dan Direktur Tan Hendra, sebelum penawaran perdana saham perseroan, di Jakarta, Selasa (31/10). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Setelah mengakuisisi pabrik di Malaysia, PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) berencana memperbesar pasar ekspor di Asia Tenggara.

Direktur Panca Budi Idaman Vicky Taslim mengungkapkan, perseroan telah mengakuisisi pabri di Johor Bahru, Malaysia. Pabrik tersebut akan direnovasi menjadi gudang dan pabrik guna mendukung kegiatan ekspor perseroan dan penetrasi produk perseroan ke pasar Malaysia.

"Line pertama di Johor bisa menghasilkan 4.000 per tahun. Bisa komersil pada 2019. Namun, produk yang diproduksi lebih ke industri film," ungkapnya di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Dia mengatakan, perseroan masih fokus pada produk resin bag, yang lebih canggih dari sisi teknologi. Produk baru ini akan memberikan nilai tambah, diharapkan, pendapatan bisa meningkat dengan adanya inovasi.

Vicky menambahkan, perseroan juga telah melakukan pre-marketing ke perusahaan petrochemical. Dia mengungkapkan, telah ada perusahaan asal Malaysia dan Singapura yang tertarik menjadi pelanggan perseroan.

Pabrik yang diakuisisi di Malaysia berpotensi menciptakan efisiensi biaya dari sisi ekspor. Bila emiten bersandi saham PBID melakukan ekspor dari Indonesia, membutuhkan waktu sekitar seminggu, atau terkendala dari sisi biaya logistik. Hal itu bisa ditangani dengan adanya pabrik di Malaysia.

Adapun line pertama di Malaysia bisa memproduksi sebanyak 4.000 ton per tahun. Nilai akusisi pabrik di Malaysia sekitar Rp20 miliar. Selain itu, perseroan akan menambah line kedua pada 2020, dengan mendatangkan mesin dari Jerman, dengan nilai Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.

Direktur Utama Panca Budi Idaman Djonny Taslim mengatakan, perseroan akan melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan. Selama ini, PBID memproduksi plasti kemasan untuk pasar tradisional dan pasar modern.

Hingga April 2018, total kapasitas produksi pabrik Panca Budi Idaman mencapai 83.024 ton per tahun. Sepanjang tahun berjalan, kapasitas produksi PBID telah naik 9,54% dari akhir 2017 sebesar 75.789 ton per tahun.

Tag : kinerja emiten
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top