Profindo Sekuritas Indonesia: Rekomendasi Beli 5 Saham Berikut Ini

Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks pada hari ini potensi bergerak menguat dengan range pergerakan 5.975-6.326.
Mia Chitra Dinisari | 08 Juni 2018 09:20 WIB
Mahasiswa berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks pada hari ini potensi bergerak menguat dengan range pergerakan 5.975-6.326.

Analis Yuliana menyebutkan secara teknikal diperkirakan Indeks berada di atas garis MA5, Indikator stochastic overbought.

Adapun saham yang diperhatikan adalah IMAS (SoS), PTPP (buy), NNRI (buy), AUTO (buy), INDY (buy) dan ERAA (buy).

Dalam perdagangan kemarin, IHSG berakhir menguat sepanjang sesi perdagangan kemarin ditopang menguatnya saham srkto agri dan keuangan paling berkontribusi terhadap kenaikan Indeks. Asing mencatatkan net sell sebersa Rp 98 miliar dengan saham SMMA dan ASII menjadi net top seller Rp 98 miliar dan saham BBRI dan BBCA menjadi net top buyer.

Wallstreet ditutup bervariatif pada perdagangan Kamis waktu setempat dipicu perang dagang dikarenakan para investor khawatir adanya ketegangan dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump bersikeras akan memungut tarif impor baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa. ada ketegangan dalam pertemuan tersebut lantaran Presiden AS Donald Trump bersikeras akan memungut tarif impor baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa. Selain itu juga investor menunggu pertemuan antara Bank Sentral AS dan Bank Sentral Eropa Minggu depan untuk menentukan arah pasar. Dow Jones +0.38%, Nasdaq -0.07%, dan S&P 500 -0.70%.

Bursa Eropa berakhir melemah dikarenakan investor masih menghitung-hitung kemungkinan suku bunga acuan Eropa naik.Di samping itu, para pelaku pasar juga menunggu pertemuan antara bank Sentral AS dengan Bank Sentral Eropa. FTSE 100 -0.10%, Stoxx600 -0.24%, CAC 40 -0.17% dan Dax -0.15%.

Harga minyak dunia melonjak dipengaruhi kekhawatiran penurunan tajam ekspor dari Venezuela. Kondisi ini terjadi karena dorongan pernyataan Menteri Energi Aljazair yang mengindikasikan bahwa OPEC akan fokus untuk menyeimbangkan pasar daripada memangkas produksi lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top