WATERFRONT 8 JUNI: G7, ECB, Fed Disorot Pasar Global, Ini Prediksi Gerak IHSG

Waterfront Securities Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (8/6/2018) bergerak di kisaran 6.040 -6.165.
Linda Teti Silitonga | 08 Juni 2018 08:21 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Waterfront Securities Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (8/6/2018) bergerak di kisaran 6.040 -6.165.

“Untuk IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed,” kata Octavianus Marbun, analis Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima pagi ini, Jumat (8/6/2018).

Dikemukakannya, IHSG pada penutupan perdagangan Kamis (7/6/2018) menguat 0,61% ke level 6.106. Saham sektor perkebunan mengalami penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp98,49 miliar.

Sementara itu bursa AS, indeks Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones menguat, sedangkan indeks S&P500 dan Nasdaq Composite ditutup melemah. Saham sektor teknologi melemah setelah mengalami reli sebelumnya.

“Pasar cenderung wait and see, menantikan hasil pertemuan negara G7, serta hasil pertemuan The Fed dan ECB pada pekan depan,” kata Octavianus.

Dia mengatalan yield obligasi pemerintah AS menguat menjelang pertemuan negara G7, yang di harapkan akan membahas masalah tarif impor AS terhadap negara
-negara lain.

Octavianus mengatakan, pasar khawatir dengan hasil pertemuan tersebut karena Trump masih bersikeras akan memberlakukan tarif impor baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa.

Kanada dan Meksiko sudah melakukan balasan terhadap beberapa produk ekspor AS dan Uni Eropa menyatakan akan melakukan hal yang sama.

Sementara itu pada pertemuan The Fed pekan depan diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%.

“Pasar menantikan indikasi dari Chairman The Fed apakah akan menaikkan suku bunga sebesar empat kali pada tahun ini,” kata Octavianus.

Waterfront Securities Indonesia pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham:

  • INDF


Pada perdagangan kemarin saham INDF ditutup pada level 7100. INDF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 7000-7200.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 7200

  • ICBP


Pada perdagangan kemarin saham ICBP kembali ditutup pada level 9000. ICBP selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8900-9100.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 9150.

  • KLBF


Pada perdagangan kemarin saham KLBF kembali ditutup menguat pada level 1465. KLBF selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1445-1485.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1490.

  • BBNI


Pada perdagangan kemarin saham BBNI ditutup pada level 8450. BBNI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 8350-8550.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 8600.

  • BBRI


Pada perdagangan kemarin saham BBRI kembali ditutup pada 3270. BBRI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3230-3810.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3820.

  • WIKA


Pada perdagangan kemarin saham WIKA ditutup pada level 1645. WIKA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1625-1665.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 1670.

  • BBTN


Pada perdagangan kemarin saham BBTN ditutup pada level 3070. BBTN selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3030-3100.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3110.

 
Tag : Kinerja Saham
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top