Prospek Ekonomi Global Picu Reli Kospi

Reli indeks Kospi Korea Selatan bertambah kencang pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Kamis (7/6/2018), seiring reli saham global di tengah membaiknya prospek pemulihan ekonomi.
Renat Sofie Andriani | 07 Juni 2018 16:24 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Reli indeks Kospi Korea Selatan bertambah kencang pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Kamis (7/6/2018), seiring reli saham global di tengah membaiknya prospek pemulihan ekonomi.

Kospi berakhir menguat 0,69% atau 16,82 poin di level 2.470,58, setelah dibuka dengan kenaikan 0,59% atau 14,50 poin di posisi 2.468,26. Pada perdagangan Selasa (5/6), Kospi berakhir menguat 0,25% atau 6 poin di level 2.453,76.

Sebanyak 446 saham menguat, 258 saham melemah, dan 66 saham stagnan dari 770 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Sejumlah saham terpantau menopang penguatan Kospi, di antaranya Woori Bank (+2,80%), KR Motors Co. Ltd. (+1,48%), dan Kyungbang Ltd. (+1,47%).

Di sisi lain, saham Samsung Electronics Co. Ltd. berakhir melemah 1,36% atau 700 poin ke posisi 50.600, setelah berakhir menguat 200 poin atau 0,39% di posisi 51.300 pada perdagangan Selasa (5/6/2018).

Sementara itu, nilai tukar won berakhir melemah 0,22% atau 2,35 poin di level 1.068,95, mematahkan apresiasi yang berhasil dibukukan lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Asia menguat menuju pekan terbaiknya dalam hampir empat bulan, saat investor berspekulasi pada ekspansi ekonomi global yang lebih kuat menyusul rilis data ekspor Amerika Serikat (AS).

Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada bulan April, didorong peningkatan ekspor bahan industri dan kedelai.

Departemen Perdagangan melaporkan defisit perdagangan menyempit 2,1% menjadi US$46,2 miliar, terkecil sejak September. Adapun revisi data untuk Maret menunjukkan defisit perdagangan turun menjadi US$47,2 miliar dari yang dilaporkan sebelumnya yakni US$49,0 miliar.

Adapun ekspor pasokan dan bahan industri mencatat rekor level tertinggi pada April, sedangkan ekspor kedelai meningkat US$0,3 miliar dan ekspor jagung juga meningkat dengan jumlah yang sama.

Laporan Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Rabu (6/6/2018) waktu setempat tersebut menjadi tanda terbaru dari pertumbuhan ekonomi yang kuat pada kuartal kedua.

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

7/6/2018

2.470,58

+0,69

6/6/2018

libur

libur

5/6/2018

2.453,76

+0,25%

4/6/2018

2.447,76

+0,36%

1/6/2018

2.438,96

+0,66%

 Sumber: Bloomberg

Tag : indeks kospi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top