Valbury Sekuritas: IHSG Rebound Terdongkrak Sejumlah Sentimen

PT Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali rebound didukung oleh sentimen eksternal dan domestik yang cenderung positif.
Mia Chitra Dinisari | 07 Juni 2018 08:19 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali rebound didukung oleh sentimen eksternal dan domestik yang cenderung positif.

Penguatan terutama didukung oleh tren penguatan rupiah terutama setelah BI menunjukkan pendekatan yang fleksibel untuk kebijakan moneternya.

IHSG diprediksi bergerak secara perspektif tenikal di Support Level : 6.056/6.043/6.023 dan Resistance Level 6.090/6.110/6.123

Berikut Rekomendasi Saham Hari ini

TLKM: Trading Buy
• Close 3790, TP 3830
• Boleh buy di level 3760-3790
• Resistance di 3830 & support di 3760
• Waspadai jika tembus di 3760
• Batasi resiko di 3740

KLBF: Trading Buy
• Close 1410, TP 1430
• Boleh buy di level 1390-1410
• Resistance di 1430 & support di 1390
• Waspadai jika tembus di 1390
• Batasi resiko di 1370

UNTR : Trading Buy
• Close 35475, TP 36100
• Boleh buy di level 35025-35475
• Resistance di 36100 & support di 35025
• Waspadai jika tembus di 35025
• Batasi resiko di 34800

CTRA: Trading Buy
• Close 1090, TP 1105
• Boleh buy di level 1075-1090
• Resistance di 1105 & support di 1075
• Waspadai jika tembus di 1075
• Batasi resiko di 1065

MAPI: Trading Buy
• Close 840, TP 875
• Boleh buy di level 825-840
• Resistance di 875 & support di 825
• Waspadai jika tembus di 825
• Batasi resiko di 815

ERAA: Trading Buy
• Close 2680, TP 2830
• Boleh buy di level 2590-2680
• Resistance di 2830 & support di 2590
• Waspadai jika tembus di 2590
• Batasi resiko di 2570

 

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Bank Indonesia (BI) membuka peluang kenaikkan suku bunga untuk mengantisipasi normalisasi moneter The Fed. Namun, BI menegaskan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan eksternal dimana FFR yang diprediksi naik hingga empat kali dan domestik dimana saat ini secara fundamental masih kuat dengan inflasi Mei 2018 berada 3,23% YoY, juga CAD berada di 2,3% terhadap PDB dan cadangan devisa di USD124 miliar.

Sisi lainnya, World Bank mengestimasikan pertumbuhan PDB Indonesia tahun ini mencapai 5,2%, lebih optimistis dibandingkan proyeksi pemerintah yakni 5,17% yang didorong oleh konsumsi dan investasi ditengah tingginya harga komoditas. Tetapi, World Bank melihat pertumbuhan ekspor akan melamban sejalan dengan turunnya permintaan global akibat proteksionisme.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penyusunan R-APRBN 2019 bersifat lebih selektif dengan belanja K/L yang lebih efisien sehingga akan banyak melibatkan pihak swasta. Hal ini, untuk menjaga defisit APBN, sehingga punya ruang fiskal yang cukup.

BI dan Kementerian Keuangan menggodok pajak imbal hasil bagi aliran modal keluar sebagai antisipasi resiko sistemik capital outflow. Namun, BI menolak bahwa kebijakan tersebut adalah kontrol devisa karena Indonesia masih menerapkan rezim devisa bebas dan masih belum perlu diterapkan untuk saat ini. Salah satu langkah pengelolaan devisa dapat diterapkan jika disiplin moneter dan fiskal tidak mengatasi dampak capital outflow. Dengan pengelolaan ini, BI mengusulkan besaran pajak imbal hasil bergantung dari jangka waktu modal masuk tersebut.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Cina diberitakan menawarkan untuk mengimpor produk pertanian dan energi dari AS senilai USD70 miliar jika Amerika menarik tarif impor dari produk Cina. Namun, belum jelas respon dari AS terhadap tawaran tersebut, yang juga tengah berunding dengan Kanada dan Meksiko.

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un hampir pasti terealisasi setelah seorang staff gedung putih mengkonfirmasi Pulau Sentosa, Singapura sebagai tempat pertemuan yang dihelat pada 12 Juni mendatang.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top