Prospek Permintaan Meningkat, Harga Batu Bara Reli

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,48% atau 1,35 poin di posisi US$92,45/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Juni 2018 07:35 WIB
Batu bara menguat. - .JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara kembali melanjutkan reli pada akhir perdagangan kemarin, Senin (4/6/2018), di tengah prospek tingginya permintaan.

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,48% atau 1,35 poin di posisi US$92,45/metrik ton.

“Ada kekhawatiran jangka pendek mengenai tingginya permintaan menyusul perubahan cuaca dan kemungkinan masalah terhambatnya pasokan dari Rusia,” ungkap Energi Danmark dalam situsnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, LOS Energy mengatakan adanya dorongan dari peningkatan permintaan energi dari China dan negara-negara Asia lainnya yang mayoritas masih membutuhkan batu bara dalam jumlah besar.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah meluncur ke level terendahnya dalam hampir dua bulan di tengah spekulasi bahwa OPEC dan aliansinya sedang bergerak lebih dekat menuju pengenduran pembatasan produksi.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2018 melorot 1,6% atau US$1,06 dan ditutup di level US$64,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga patokan ini ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak awal September.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus melorot US$1,50 dan berakhir di US$75,29 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$10,61 terhadap WTI untuk Agustus.

Dilansir dari Bloomberg, dalam pertemuan di Kuwait City pada Sabtu (2/6/2018), sejumlah anggota OPEC termasuk Arab Saudi membahas perlunya mempertahankan kondisi pasar yang sehat, yang akan memacu investasi baru dalam hal persediaan.

Kuwait News Agency melaporkan, Menteri Energi dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Aljazair, dan Oman menekankan perlunya kondisi pasar yang sehat yang menstimulasi investasi memadai di sektor energi.

Hal ini dilakukan demi memastikan pasokan minyak yang stabil dan tersedia secara tepat waktu untuk memenuhi permintaan yang meningkat dan mengimbangi penurunan di beberapa bagian dunia.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

4 Juni

92,45

(+1,48%

1 Juni

91,10

(+0,62%)

31 Mei

90,55

(-0,80%)

30 Mei

91,35

(+0,72%)

29 Mei

90,70

(+0,55%)

 

 

 

 

 

 

 

 Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top