Ketidakpastian Politik Masih Membayangi, Dolar AS Berbalik Melemah

Dolar Amerika Serikat berbalik melemah pada perdagangan Senin (4/6/2018) di tengah ketidakpastian atas potensi risiko politik yang menekan prospek jangka pendek, meskipun diimbangi oleh rilis data tenaga kerja AS yang optimis.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Juni 2018 09:00 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat berbalik melemah pada perdagangan Senin (4/6/2018) di tengah ketidakpastian atas potensi risiko politik yang menekan prospek jangka pendek, meskipun diimbangi oleh rilis data tenaga kerja AS yang optimis.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,04% atau 0,035 poin ke level 94,121 pada pukul 08.22 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,01% atau 0,011 poin di posisi 94,167, setelah pada perdagangan Jumat (1/6) ditutup naik 0,19% atau 0,177 poin di posisi 94,156.

Dilansir Reuters, data pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja AS meningkat dan rata-rata upah bulan Mei juga ikut naik. Hal ini makin meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Juni.

Data tenaga kerja AS yang kuat membantu mengimbangi berbagai faktor yang membebani dolar pada awal pekan lalu, seperti gejolak politik Italia dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan negara lain.

"Laporan pekerjaan itu kuat tetapi data AS baru-baru lainnya juga menunjukkan fundamental yang kuat, membantu dolar memulihkan kerugian yang dideritanya dari penghindaran risiko,” ungkap Shin Katoda, analis senior di Barclays, seperti dikutip Reuters.

“Namun, ketidakpastian atas KTT AS-Korea Utara pekan depan masih cenderung membatasi kenaikan dolar," lanjutnya.

Tag : dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top