Saham Unggas Raup Berkah Ramadan, Ini Ulasan Bahana

Saat memasuki bulan puasa dan Lebaran biasanya tingkat konsumsi masyarakat lebih tinggi dibanding hari biasa, terutama konsumsi atas bahan makanan. Hal ini memberikan berkah bagi emiten unggas, terutama PT Charoen Pokphand Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).
Hafiyyan | 01 Juni 2018 00:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, Jakarta--Saat memasuki bulan puasa dan Lebaran biasanya tingkat konsumsi masyarakat lebih tinggi dibanding hari biasa, terutama konsumsi atas bahan makanan. Hal ini memberikan berkah bagi emiten unggas, terutama PT Charoen Pokphand Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).

Analis Bahana Sekuritas Michael Setjoadi menyampaikan, salah satu bahan makanan yang biasanya naik cukup tinggi selama Ramadhan adalah daging baik daging sapi maupun daging ayam.

Khusus untuk ayam, kenaikan harga terkadang sudah mulai terjadi sebulan sebelum puasa hingga nanti Lebaran. Hal ini memberi dampak positif bagi produsen ayam CPIN dan JPFA.

Menurut pengamatan Bahana Sekuritas pada kuartal II/2018 sudah terjadi kenaikan harga ayam broiler. Kenaikan harga sepanjang Ramadhan biasanya memberi kontribusi terbesar sekitar 31% terhadap total profitabilitas kedua perseroan sepanjang setahun.

''Permintaan terhadap ayam biasanya sudah mulai naik mendekati puasa, sehingga akan diikuti dengan kenaikan harga,'' paparnya dalam siaran pers, dikutip Kamis (31/5/2018).

Pada kuartal I/2018, Japfa telah meningkatkan produksi DOC lebih dari 20% sehingga mendukung kenaikan volume penjualan pakan sebesar 14,5% dan penjualan ayam pedaging naik 30%. Charoen hanya membukukan kenaikan volume penjualan pakan sebesar 4,2%, dan volume penjualan DOC naik 2,5% yoy pada kuartal I/2018.

Dengan mempertimbangkan kenaikan permintaan yang diikuti dengan kenaikan harga ayam selama Ramadhan, ketersediaan jagung lokal untuk pakan semakin membaik, Bahana menilai kinerja kedua produsen ayam ini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Oleh karena itu, Bahana Sekuritas menaikkan proyeksi target harga saham dan perkiraan kinerja.

Bahana merekomendasikan beli saham Japfa dengan kenaikan target harga menjadi Rp2.000 dari target harga sebelumnya Rp1.750.

''Valuasi harga Japfa lebih murah dan prospek kinerjanya lebih bagus dibanding Charoen,'' jelas Michael.

Pendapatan perusahaan berkode saham JPFA diperkirakan naik menjadi Rp33,76 triliun pada akhir 2018, dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp32,1 triliun. Laba bersih diperkirakan akan naik menjadi Rp1,6 triliun, dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp1,43 triliun.

Bahana Sekuritas merekomendasikan tahan untuk saham Charoen dengan target harga naik menjadi Rp3.580. Menurut Michael, valuasi harga saham CPIN sudah tinggi, sedangkan prospek kinerja tidak sebaik Japfa.

Dia memprediksi, pendapatan CPIN pada 2018 turun menjadi Rp54,44 triliun, dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp55,33 triliun. Namun laba bersih diperkirakan naik menjadi Rp3,46 triliun, dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp3,4 triliun.

Tag : kinerja emiten
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top