DOLAR AS: Indeks Menguat Tipis Pagi Ini

Dolar Amerika Serikat melemah di tengah penguatan euro setelah partai terbesar Italia akan membuat upaya baru untuk membentuk pemerintah koalisi dan mengakhiri kekacauan politik.
Aprianto Cahyo Nugroho | 31 Mei 2018 07:20 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Kamis (31/5/2018) mencoba menguat, setelah dibuka stagnan.

Indeks dolar AS pada pk. 07.07 WIB menguat 0,019 poin atau 0,02% ke level 94,088.

Pada perdagangan Rabu, indeks dolar AS melemah 0,79% ke level 94,069. Dolar Amerika Serikat melemah di tengah penguatan euro setelah partai terbesar Italia akan membuat upaya baru untuk membentuk pemerintah koalisi dan mengakhiri kekacauan politik.

Dilansir Reuters, Partai 5 Star Movement dikabarkan akan berusaha berkompromi dengan partai lain untuk pencalonan nama lain sebagai menteri ekonomi Italia.

Sebelumnya, krisis di Italia dimulai ketika partai 5 Star Movement dan Liga sayap kanan membatalkan rencana mereka untuk membentuk koalisi setelah kepala negara Italia memveto calon menteri ekonomi yang diajukan mereka, Paolo Savona. Hal ini meningkatkan prospek adanya pemilihan awal, yang dikhawatirkan pasar akan menjadi referendum de facto atas penggunaan mata uang euro oleh Italia.

Pada Rabu, euro menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah Italia menetap di bawah level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Euro, yang jatuh ke level terendah 10 bulan di US$1,1510 pada hari Selasa, naik 1,2% ke level US$1,1676 pada Rabu, meski masih melemah 4% sepanjang bulan ini terhadap dolar.

"Kami melihat dorongan perdagangan hari ini. Pasar melewati kepanikan dari kemarin sehingga semua yang terjual kembali naik, euro khususnya," kata Greg Anderson, kepala analis mata uang global di BMO Capital Markets, seperti dikutip Reuters.

Erin Browne, kepala alokasi aset di UBS Asset Management di New York mengatakan bahwa meskipun kekhawatiran Italia akan meninggalkan zona euro, atau "Quitaly," berkurang pada hari Rabu, jalan menuju resolusi kemungkinan masih akan bergelombang. 

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top