Rupiah Menguat, IHSG Kembali Lampaui Level 6.000

IHSG ditutup menguat 1,55% atau 92,58 poin di level 6.068,32, setelah dibuka dengan kenaikan 0,06% atau 3,88 poin di level 5.979,62.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Mei 2018 17:01 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level penutupan di atas 6.000 setelah melanjutkan relinya pada perdagangan hari pertama pekan ini, Senin (28/5/2018).

IHSG ditutup menguat 1,55% atau 92,58 poin di level 6.068,32, setelah dibuka dengan kenaikan 0,06% atau 3,88 poin di level 5.979,62.

Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu (Jumat, 25/5), IHSG ditutup menguat 0,49% atau 29,20 poin ke level 5.975.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.977,00 – 6.080,51. Dari 583 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 227 saham menguat, 157 saham melemah, dan 199 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor finansial (+2,86%) dan infrastruktur (+2,51%). Adapun sektor aneka industri yang turun 0,83% memimpin pelemahan tiga sektor lainnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat pada perdagangan hari kelima berturut-turut. Indeks Bisnis-27 hari ini berakhir menguat 2,14% atau 11,14 poin di level 532,53, setelah dibuka dengan kenaikan 0,13% atau 0,66 poin di posisi 522,04.

Indeks saham lain di Asia Tenggara terpantau variatif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,23%), indeks FTSE Malay KLCI (-1,20%), indeks SE Thailand (-0,40%), dan indeks PSEi Filipina (-0,06%).

Menurut Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, IHSG mendapatkan dukungan dari menguatnya nilai tukar rupiah.

“Penguatan rupiah terhadap dolar AS memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan IHSG,” terang William kepada Bisnis.com.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan pasar dalam negeri tidak terlalu terpengaruh oleh rencana KTT AS-Korut yang kembali berpotensi digelar di Singapura 12 Juni mendatang.

“Kalau dari pengamatan saya, pasar sebenarnya tidak berani berharap banyak atas KTT AS dan Korut dengan mempertimbangkan kredibilitas khususnya Korut selama ini,” kata Piter kepada Bisnis.com, Senin (28/5/2018).

Ekspektasi rasional hasil dari KTT tambah dia, adalah berkurangnya tensi geopolitik di kawasan korea.

Dengan mempertimbangkan ekspektasi pasar tidak akan begitu tinggi, dampaknya juga diprediksi tidak akan begitu besar terhadap pasar uang dan pasar modal.  

“Pergerakan kurs dan IHSG di pasar domestik akan lebih dipengaruhi oleh arah kebijakan BI  dibawah gubernur baru, karena belum ada sentimen yg baru dari the Fed,” kata Piter.

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,92% ke level Rp13.995 per dolar AS, setelah dibuka dengan penguatan 30 poin atau 0,21% di Rp14.095.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+5,36

BBRI

+4,17

TLKM

+3,65

BBNI

+7,52

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

UNTR

-3,73

ASII

-1,03

BDMN

-2,86

PTBA

-2,4

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top