HARGA BATU BARA: Rebound Saat Minyak Mentah Merosot

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,17% atau 0,15 poin di posisi US$90,60/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Mei 2018 07:38 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA– Harga batu bara ditutup rebound pada perdagangan sesi kemarin, Kamis (24/5/2018).

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,17% atau 0,15 poin di posisi US$90,60/metrik ton.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, Rabu (23/5/2018), harga batu bara kontrak Januari 2019 ditutup melemah 1,09% atau 1 poin di posisi US$90,45.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah merosot setelah Rusia mengisyaratkan opsi penghapusan upaya pembatasan suplai yang telah mengikis kelebihan suplai global.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2018 melorot 1,57% atau US$1,13 dan ditutup di level US$70,71 per barel di New York Mercantile Exchange, penurunan harian terbesar sejak 8 Mei 2018. Sementara pada perdagangan Jumat (25/5/2018), dibuka melemah 0,08% ke US$70,65 dan pada pk. 06.31 WIB jadi naik 0,04% ke US$70,74 per barel

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Juli melorot US$1,01 atau 1,27% dan berakhir di US$78,79 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$8,08 terhadap WTI.

Dilansir dari Bloomberg, Rusia dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan membahas apakah merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi upaya pemangkasan produksi,

Di St. Petersburg, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menambahkan bahwa Rusia dan Arab Saudi setuju bahwa kondisi pasar akan menentukan keputusan apapun.

Rusia dan sejumlah produsen minyak sedang membicarakan kemungkinan berkurangnya pembatasan output pada saat pengebor minyak shale Amerika memompa minyak mentah mencapai rekornya.

Namun, ancaman ganda gangguan pasokan dari Iran dan Venezuela- yang jika digabung mencapai sekitar 14% produksi OPEC - dapat menahan penurunan harga yang tajam.

“Diskusi tentang OPEC yang kemungkinan meningkatkan produksi jelas meningkatkan kekhawatiran,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

24 Mei

90,60

(+0,17%)

23 Mei

90,45

(-1,09%)

22 Mei

91,45

(+0,16%)

21 Mei

91,30

(+1,00%)

18 Mei

90,40

(-2,01%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top