BURSA SAHAM 24 MEI: Awal Sesi II, IHSG Menguat 35,81 Poin ke 5.982,35

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,71% atau 40,88 poin di level 5.792 pada perdagangan Rabu (24/5/2018). Bagaimana pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini? Ikuti pergerakan lajunya secara live.
Aprianto Cahyo & Renat Sofie | 25 Mei 2018 16:11 WIB
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,71% atau 40,88 poin di level 5.792 pada perdagangan Rabu (24/5/2018).

Adapun pada perdagangan Selasa (22/5/2018), IHSG rebound dan berakhir naik 0,30% atau 17,26 poin di level 5.751,12.

Dari 581 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 175 saham menguat, 203 saham melemah, dan 203 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor finansial (+1,89%) dan konsumer (+1,13%). Adapun sektor tambang yang melemah 3,21% memimpin koreksi di antara tiga sektor lainnya.

IHSG menguat seiring terjadinya aksi jual bersih oleh investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp559,31 miliar pada perdagangan Rabu.

Investor asing melakukan aksi jual sekitar 1,40 miliar lembar saham senilai Rp3,34 triliun. Adapun aksi beli investor asing tercatat 1,35 miliar lembar saham senilai sekitar Rp3,89 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai sekitar Rp8,92 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 9,03 miliar lembar saham.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama, kekuatan IHSG dipengaruhi faktor meningkatnya net buy. Hal ini memberikan katalis positif terhadap menguatnya sektor yang terkait dengan penguatan.

“Kalau kita melihat (perdagangan sebelumnya yang) terjadi net sell, (yang menyebabkan terjadinya) pelemahan IHSG, dipengaruhi sentimen eksternal,” kata Nafan kepada Bisnis.com.

Sentimen eksternal yang memengaruhi pasar belakangan ini, antara lain terkait tensi perang dagang AS dan China, selain potensi kembali terkereknya suku bunga acuan bank sentral AS.

Bagaimana pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini? Ikuti pergerakan lajunya secara live.

 

 
16:03 WIB

Pukul 16.00 WIB: IHSG Ditutup Menguat 2,67% di 5.946,54

Menutup perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,67% atau 154,54 poin di level 5.946,54.

15:35 WIB

Pukul 15.31 WIB: Jelang Tutup Dagang, IHSG Menguat 2,79% ke 5.953,78

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,79% atau 161,78 poin ke level 5.953,78 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018).

13:37 WIB

Pukul 13.34 WIB: Awal Sesi II, IHSG Menguat 2,38% ke 5.929,94

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,38% atau 137,94 poin ke level 5.929,94.

13:01 WIB

Akhir Sesi I, Asing Net Buy Rp395 Miliar

Akhir sesi I, investor asing mencatat aksi beli Rp395,61 miliar

11:59 WIB

Pukul 12.00 WIB: Akhir Sesi I, IHSG Menguat 2,38% ke 5.930,13

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 2,38% atau 138,13 poin ke posisi 5.930,13 di akhir perdagangan sesi I.

11:51 WIB

Pukul 11.53 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Menguat 2,42%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 2,42% atau 140,06 poin ke posisi 5.932,07 menjelang akhir perdagangan sesi I.

11:17 WIB

Pk. 11.13 WIB: 87 Poin Lagi IHSG Menuju Level 6.000

IHSG  menguat 121,69% atau 2,1% ke 5.913,69

10:08 WIB

PK. 09.55 WIB: IHSG Lari Kencang

IHSG Menguat 109,33 Poin atau 1,89% ke 5.901,33

09:57 WIB

Pk. 09.55 WIB: IHSG Naik 109,33 Poin ke 5.901,33

IHSG menguat 109,33 poin atau 1,89% ke 5.901,33

09:00 WIB

Pukul 8.55 WIB: Dibuka, IHSG Langsung Tembus 5.833,62

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,72% atau 41,61 poin ke posisi 5.833,62.

08:27 WIB

INDO PREMIER: IHSG Berpotensi Tembus 5.830

PT. Indo Premier Securities memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018) bergerak di kisaran 5.750–5.830.

Dikemukakan, indeks ditutup di atas EMA5 dan membentuk pola inverted hammer yang merupakan sinyal bullish reversal, stochastic golden cross dan MACD bullish cross over.

“Target kenaikan indeks pada level 5.830, kemudian 5.870, dengan support di level 5.750 dan 5.710,” PT. Indo Premier Securities dalam risetnya yang diterima pagi ini, Kamis (24/5/2018).

PT. Indo Premier Securities pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham berikut:

  • UNTR (36.425)

Rekomendasi: Buy

Candle bertahan di atas EMA5,10 dan membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic overbought dan MACD hidtogram divergence positif. Target kenaikan harga pada level 37.325 kemudian 38.200 dengan support di level 35.500, cut loss jika break 34.600.

  • RALS (1.345)

Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup di atas EMA50 dan membentuk pola long white marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral dan MACD histogram convergence negatif. Target kenaikan harga pada level 1.370 kemudian 1.390 dengan support di level 1.320, cut loss jika break 1.300.

  • BRPT (2.280)

Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup di atas EMA5,10 dan membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic golden cross dan MACD histogram convergence negatif. Target kenaikan harga pada level 2.380 kemudian 2.450 dengan support di 2.180, cut loss jika break 2.100.

07:57 WIB

Binaartha: IHSG Berpotensi Menuju Level Resisten

Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018) menuju level resistennya.

“Indeks berpotensi menuju ke area level resisten,” kata M. Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas dalam risetnya yang diterima pagi ini, Kamis (24/5/2018).

Dia mengemukakan pada perdagangan rabu (23/5/2018), IHSG berhasil ditutup menguat 0,71% di level 5.792. B

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.754,028 hingga 5.716,057. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.840,255 hingga 5.888,511.

Berdasarkan indikator daily, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Stochastic dan RSI menunjukkan netral.

“Masih terlihat pola upward bar, yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan harga saham,” kata Nafan.

Binaartha Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasi sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor,yaitu:

  • BBRI

Daily (2880) (RoE: 17.81%; PER: 11.88x; EPS: 242.44; PBV: 2.12x; Beta: 1.68): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 2830 – 2890, dengan target harga di level 2990. Support: 2800.

  • DOID

Daily (880) (RoE: 21.40%; PER: 13.46x; EPS: 66.88; PBV: 2.86x; Beta: 2.58): Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada level 870 – 890, dengan target harga secara bertahap di level 955, 1030, 1210 dan 1390. Support: 850.

  • ELSA

Daily (436) (RoE: 8.93%; PER: 11.33x; EPS: 38.84; PBV: 1.01x; Beta: 0.39): Saat ini, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 430 – 440, dengan target harga secara bertahap di level 448, 452, 458 dan 476. Support: 430 & 422.

  • MEDC

Daily (1200) (RoE: 5.86%; PER: 17.40x; EPS: 67.24; PBV: 1.02x; Beta: 0.74): Potensi stimulus beli terbuka lebar sejak pergerakan harga telah menguji support MA 120. “Buy” pada area level 1165 – 1205, dengan target harga secara bertahap di level 1225, 1300 dan 1375. Support: 1150.

  • RALS.

Daily (1345) (RoE: 1.67%; PER: 161.84x; EPS: 8.28; PBV: 2.70x; Beta: 1.53): Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Beli” pada area level 1305 - 1355, dengan target harga secara bertahap di level 1370 dan 1410. Support: 1285.

  • TOTL

Daily (615) (RoE: 25.78%; PER: 7.13x; EPS: 86.20; PBV: 1.84x; Beta: 2.14): Saat ini, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 605 - 625, dengan target harga secara bertahap di level 650 dan 670. Support: 590.

07:01 WIB

INDOSURYA: IHSG Bakal Menguat

PT Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018) bergerak di kisaran 5.703-5.936.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William Surya Wijaya – Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas seperti dikutip dari risetnya.

Dia menilai IHSG saat ini terlihat masih akan berusaha kembali menggapai dan bahkan menembus level resisten. Mengingat kondisi support yang masihcukup kuat terjaga.

“Selain itu kembali stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih sangat diharapkan, sehingga dapat kembali menjaga pasar yang kondusif sehingga berdampak positif terhadap IHSG hingga waktu yang akan datang,” kata William.

PT Indosurya Bersinar Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham BBNI, TLKM, KLBF, SRIL, BJTM, PWON, ASRI, SMRA, HMSP.

 

 

 

 

06:59 WIB

KGI SEKURITAS: IHSG Masuki Tren Sideways

PT. KGI Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018) bergerak di kisaran support 5.740-5.690-5.620-5.520-5.450, dan resisten 5.890-5.940-6.050-6.120-6.220-6.380.

“IHSG sideways trend, waspadai peningkatan volatilitas pasar,” kata Yuganur Wijanarko Senior Research dalam risetnya.

Dikemukakan tren sideways trend IHSG dinilai sedikit, tapi pelaku pasar harusnya mewaspadai peningkatan volatilitas di pasar.

“ Terutama bila terjadi koreksi mendadak yang dapat digunakan sebagai kesempatan trading buy di saham big cap dan lapis dua pilihan,” kata Yuganur.

PT. KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy saham BBRI, BBNI, TINS, HRUM, berikut rinciannya:

Bank BRI (BBRI).

Profit taking target: Rp3.020-Rp3.120

Entry (1) Rp2.820, Entry (2) Rp2.720, Cut loss point: Rp2.680

 

Bank BNI (BBNI)

Profit taking target Rp.7.700-Rp8.000

Entry (1) Rp7.175, Entry (2) Rp7.075, Cut loss point: Rp6.975

 

Tambang Timah (TINS)

Profit taking target Rp980-Rp1.000

Entry (1) Rp925, Entry (2) Rp915, Cut loss point: Rp905

 

Harum Energy (HRUM)

BUY. Profit taking target Rp2.920-Rp3.050

Entry (1) Rp2.650, Entry (2) Rp2.590, cut loss point: Rp2.510

 

 

06:33 WIB

Berikut Isi Risalah Fed Rapat Mei

Mayoritas pembuat kebijakan The Fed berpikir bahwa kemungkinan penaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan dalam waktu dekat jika prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap utuh.

Risalah rapat The Fed pada 1-2 Mei 2018 yang dirilis Rabu (23/5/2018) waktu setempat juga mencakup keinginan beberapa pembuat kebijakan untuk merevisi pernyataan kebijakan moneter The Fed dengan segera. Ini dilakukan untuk mencerminkan bahwa suku bunga akan mendekati atau di atas perkiraan jangka panjang.

Seperti diketahui, dalam pertemuan tersebut para pembuat kebijakan memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan dalam kisaran target 1,5%-1,75%.

“Sebagian besar peserta menilai bahwa jika informasi yang masuk secara luas mengonfirmasi prospek ekonomi mereka saat ini, kemungkinan akan tepat untuk segera mengambil langkah lain dalam menghapus akomodasi kebijakan,” tulis The Fed dalam risalahnya, seperti dilansir Reuters.

The Fed telah menaikkan biaya pinjaman satu kali sepanjang tahun ini, yakni pada Maret. Pembuat kebijakan saat ini secara seimbang terbagi antara ekspektasi 2-3 kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Sementara itu, investor telah mengantisipasi kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan The Fed berikutnya pada 12-13 Juni 2018.

“Risalah itu tentu saja menyiratkan fakta bahwa kita akan melihat kenaikan suku bunga lagi pada Juni,” kata Craig Bishop, fixed income strategist di RBC Wealth Management.

“Jika Anda mencari sinyal apakah ada perubahan terkait proyeksi total tiga kali kenaikan suku bunga untuk 2018, kita harus menunggu sampai pertemuan bulan depan,” lanjutnya.

The Fed telah didorong oleh kekuatan yang berkelanjutan dalam ekonomi, dengan paket pemotongan pajak oleh pemerintahan Trump serta pengeluaran pemerintah yang semakin mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Tingkat pengangguran AS mencapai 3,9%, level terendah dalam 17,5 tahun, sedangkan tingkat inflasi saat ini efektif pada target 2% yang ditetapkan The Fed.

Sejumlah pembuat kebijakan The Fed, termasuk Gubernur Jerome Powell, sangat ingin menekankan bahwa mereka akan menoleransi inflasi yang meningkat di atas target The Fed untuk sementara waktu tanpa kekhawatiran yang tidak perlu.

Hal ini tercermin dalam pernyataan kebijakan awal bulan ini, dengan referensi eksplisit yang dibuat untuk target 2% menjadi simetris.

Menurut risalah itu, para pembuat kebijakan sekali lagi memperdebatkan jalur inflasi. Beberapa mencatat bahwa data upah baru-baru ini memberikan sedikit bukti kondisi yang terlalu panas dalam pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, beberapa melihat risiko bahwa kendala pasokan akan meningkatkan upah ke atas dan tekanan harga, atau bahwa ketidakseimbangan keuangan bisa muncul.

Tensi Perdagangan

Salah satu sumber keprihatinan The Fed adalah ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan proteksionis AS dan potensi dampak negatifnya terhadap perekonomian. Dalam beberapa pidato, para pembuat kebijakan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka memantau situasi ini.

Dalam risalah itu, sejumlah pembuat kebijakan mengatakan kebijakan perdagangan AS mengangkat berbagai risiko untuk aktivitas ekonomi dan inflasi. Beberapa bahkan mengatakan segala ketidakpastian bisa merugikan pengeluaran bisnis.

Para pembuat kebijakan juga membahas kemungkinan perubahan terhadap pernyataan kebijakan di masa depan untuk mencerminkan bahwa tingkat suku bunga semakin dekat terhadap posisi netral, dengan perkiraan antara 2,3% dan 3,5%.

Selama bertahun-tahun, The Fed telah menggambarkan kebijakannya bersifat akomodatif. Beberapa pembuat kebijakan pada pertemuan terakhir mengatakan mungkin akan tepat untuk segera merevisi bahasa panduan dalam pernyataan tersebut.

Tag : Kinerja Saham
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top