Rekomendasi Obligasi: Penurunan Imbal Hasil Global Dukung Penguatan SUN

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), harga surat utang negara atau SUN akan kembali bergerak dengan arah yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan didukung oleh penurunan imbal hasil surat utang global jelang dimulainya Fed Minutes
Emanuel B. Caesario | 24 Mei 2018 11:14 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), harga surat utang negara atau SUN akan kembali bergerak dengan arah yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan didukung oleh penurunan imbal hasil surat utang global jelang dimulainya Fed Minutes. 

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa aktifnya investor di pasar sekunder juga menjadi katalis positif pada perdagangan hari ini. 

"Namun, kenaikan harga akan dibatasi oleh kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika," katanya dalam riset harian, Kamis (24/5/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0073, FR0058, FR0074, FR0065, FR0068, FR0072, FR0075, dan FR0067

Adapun, pada perdagangan kemarin, Rabu (23/5/2018) imbal hasil SUN mengalami kenaikan di tengah tekanan-nya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika jelang disampaikannya notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika.

Masih berlanjutnya aksi ambil untung oleh investor asing menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin. 

Namun, harga SUN dengan denominasi dolar Amerika masih mengalami penurunan ditengah US Treasury yang kembali mengalami penurunan imbal hasil. 

Penurunan imbal hasil US Treasury dibawah 3% setelah The Fed menunjukkan akan membiarkan inflasi naik.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 11 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 8 bps dengan harga turun hingga sebesar 25 bps. 

"Secara teknikal, harga SUN untuk tenor pendek mengalami perubahan tren menjadi tren sideways, sementara harga SUN untuk tenor menengah dan panjang masih mengalami tren penurunan harga. Namun, penurunan harga dibatasi oleh harga SUN yang berada di area jenuh jual (oversold)," katanya.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63 : 7.020% +4.62 bps, harga -18.5 bps
FR64 : 7.577% +9.79 bps, harga -63.6 bps
FR65 : 8.036% +10.59 bps, harga -84.0 bps
FR75 : 8.020% +3.00 bps, harga -28.6 bps

INDO-23 : 4.091% -4.55 bps, harga +18.5 bps
INDO-28 : 4.493% -6.89 bps, harga +50.8 bps
INDO-38 : 5.143% -6.24 bps, harga +82.2 bps
INDO-48 : 5.030% -4.94 bps, harga +69.5 bps

UST 10Y : 2.993% -0.070 bps
UST 30Y : 3.152% -0.054 bps
Gilt 10Y : 1.442% -0.077 bps
Bund 10Y : 0.507% -0.051 bps

Volume SUN senilai Rp12,37 triliun dari 34 seri, nilai seri acuan sebesar Rp6,99 triliun. Volume PBS senilai Rp836 miliar dari 5 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,56 triliun dari 51 seri.

Rupiah ditutup melemah 67 poin atau 0,47% ke level Rp14.209 setelah bergerak di kisaran Rp14.143 - Rp14.213 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top