REKOMENDASI SAHAM: Menakar Potensi Cuan Saham PTPP

Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk. masih dapat menjadi saham pilihan investor di tengah tekanan yang berlanjut di pasar saham. Sejumlah langkah strategis perseroan dapat menjadi pertimbangan untuk kembali melirik saham berkode PTPP ini.
Emanuel B. Caesario | 24 Mei 2018 10:00 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk. masih dapat menjadi saham pilihan investor di tengah tekanan yang berlanjut di pasar saham. Sejumlah langkah strategis perseroan dapat menjadi pertimbangan untuk kembali melirik saham berkode PTPP ini.

Akhmad Nurcahyadi, analis Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa PTPP mampu melaporkan pertumbuhan solid kontrak baru sebesar 40% yoy pada kuartal pertama tahun ini menjadi Rp9,5 triliun. Ini setara 19,3% dari target tahun ini yang senilai Rp49,1 triliun dan sekitar 21,4% dari angka proyeksi Samuel Sekuritas.

Selain itu, PTPP akan menerbitkan Surat Berharga Perpetual (SBP) atau obligasi abadi dengan target Rp2 triliun dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, SBP telah diterbitkan melalui RDPT senilai Rp250miliar dengan kupon 9.04%. RDPT ini memiliki opsi buyback dan ketentuan step up sebesar 5%.

“Di tengah keterbatasan pembiayaan pemerintah, kami menyukai langkah PTPP tersebut dalam mencari alternatif sumber pembiayaan selain bank untuk mendukung eksekusi proyek dalam pipelinenya. Penerbitan per tahap tersebut juga kami lihat akan memudahkan PTPP didalam mengkontrol arus kasnya,” tulisnya dalam riset, dikutip Rabu (23/5).

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp3.350, merefleksikan PE ratio estimasi 2018 sebesar 16,5 kali dan PBV estimasi 2018 1,8 kali. Samuel Sekuritas menyukai PTPP karena kesehatan neraca dan posisi kas bersih serta struktur modal yang kuat.

Selain itu, PTPP juga tetap menjaga kontribusi proyek baru pemerintah 25% tahun ini dan selektif memilih proyek dengan batasan minimal nilai kontrak Rp300 miliar. Resiko yang mungkin dihadapi PTPP yakni peroleh kontrak baru yang tidak sesuai harapan, eksekusi proyek yang lamban, atau nilai burn rate yang lebih rendah secara yoy.

Andreas Kristo Saragih, analis Kresna Sekuritas, juga merekomendasikan beli saham PTPP dengan target harga Rp3.130. Kresna Sekuritas mempertahankan rekomendasi ini karena menilik laporan keuangan PTPP yang cukup sehat pada kuartal pertama 2018.

Pendapatan PTPP pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 26,3% yoy menjadi Rp3,68 triliun. Laba bersih mencapai Rp156 miliar, tumbuh 19,9% yoy. Ini setara 8% dari estimasi Kresna Sekuritas dan 9% dari estimasi konsensus.

Meskipun tingkat pertumbuhan ini cukup kuat, tetapi bila diukur berdasarkan target tahun ini memang relatif lemah. Tiga tahun terakhir, capaian laba kuartal pertama PTPP biasanya sudah mampu mencapai antara 9%-13% dari target setahun penuh.

Arief Budiman, analis Ciptadana Sekuritas, bahkan memberi target harga yang lebih tinggi lagi bagi PTPP, yakni Rp3.700 dengan rekomendasi beli. Hal ini lantaran Ciptadana meliat PTPP merupakan satu-satunya kontraktor BUMN dengan pertumbuhan kontrak baru yang positif.

Saham PTPP ditutup pada harga Rp2.440 pada Selasa (22/5/2018). Artinya, potensi cuan dari kenaikan harga menurut target harga dari kalangan analis masih sangat tinggi.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top