Kurs Jisdor Terdepresiasi ke Rp14.192, Rupiah Tertekan Indeks Dolar AS

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.192 per dolar AS, terdepresiasi 14 poin atau 0,1% dari posisi Rp14.178 pada Selasa (22/5).
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Mei 2018 10:29 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.192 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (23/5/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.192 per dolar AS, terdepresiasi 14 poin atau 0,1% dari posisi Rp14.178 pada Selasa (22/5).

Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah melemah 54 poin atau 0,38% ke level Rp14.196 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB, setelah dibuka turun hanya 1 poin di posisi Rp14.143 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp14.143 – Rp14.204 per dolar AS. Adapun pada perdagangan kemarin, Selasa (22/5), rupiah ditutup rebound 48 poin atau 0,34% ke level Rp14.142 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia terpantau berbalik menguat 0,11% atau 0,1 poin ke level 93.709 pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka turun 0,06% atau 0,054 poin di posisi 93,555, setelah pada perdagangan Selasa (22/5) ditutup melemah 0,07% atau 0,068 poin ke level 93,609.

Dilansir Reuters, indeks dolar AS menguat di tengah penantian investor terhadap rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru untuk petunjuk mengenai langkah pengetatan moneter AS lebih lanjut.

Dalam pertemuan kebijakan The Fed yang diadakan pada awal Mei, The Fed juga mengatakan inflasi telah "bergerak mendekati" target dan bahwa "pada basis 12 bulan diperkirakan akan pada kisaran target Komite selama jangka menengah sebesar 2%."

Heng Koon How, kepala analis pasar UOB mengatakan dolar kemungkinan akan tetap dalam pola holding menjelang rilis risalah The Fed, dengan fokus pada rincian lebih lanjut terkait dengan prospek inflasi.

"Kami berharap untuk mendapat sedikit lebih banyak kejelasan tentang prospek inflasi dari The Fed. Faktor kedua yang ditunggu pada dasarnya adalah seberapa toleran the Fed terhadap kemungkinan inflasi yang melampaui dua persen," kata Heng, seperti dikutip Reuters.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

23 Mei

14.192

22 Mei

14.178

21 Mei

14.176

18 Mei

14.107

17 Mei

14.074

               

  Sumber: Bank Indonesia

Tag : nilai tukar rupiah, jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top