Rekomendasi Obligasi: SUN Berpotensi Menguat Lagi

MNC Sekuritas memperkirakan harga surat utang negara (SUN) akan kembali bergerak dengan arah yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (23/5/2018).
Emanuel B. Caesario | 23 Mei 2018 07:48 WIB
Surat Utang Negara

Bisnis.com, JAKARTA -- MNC Sekuritas memperkirakan harga surat utang negara (SUN) akan kembali bergerak dengan arah yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (23/5/2018).

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan kecenderungan kenaikan ini didorong oleh meredanya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta cukup suksesnya lelang penjualan SUN pada perdagangan Selasa (22/5).

"Adapun investor masih menantikan dimulainya FOMC Minutes yang akan digelar pada hari ini waktu setempat," tulisnya dalam riset harian, Rabu (23/5).

Kemarin, lelang SUN berhasil mendulang permintaan investor senilai Rp31,47 triliun, jauh lebih baik dibanding lelang SUN dua pekan sebelumnya yang hanya Rp7,19 triliun. Pemerintah menyerap Rp15 triliun dari lelang kali ini, padahal lelang dua pekan lalu seluruh permintaan investor ditolak pemerintah.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0056, FR0059, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0065, FR0068, FR0072, FR0075, dan FR0067.

Pada Selasa (22/5), imbal hasil SUN bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah minimnya katalis dari dalam dan luar negeri. Kenaikan imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin juga mendorong kenaikan imbal hasil SUN.

Akumulasi penjualan yang dilakukan oleh investor asing masih berlanjut di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terhitung terlemah selama dua tahun terakhir.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar 1-6 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) berubah berkisar antara 1-6 bps dengan harga berubah hingga sebesar 10 bps.

"Secara teknikal, harga SUN masih terlihat mengalami tren penurunan. Namun, penurunan harga akan dibatasi oleh harga SUN yang berada di area jenuh jual," tulis Made.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63.. 6.977% -0.70 bps, harga +2.8 bps
FR64.. 7.477% +4.57 bps, harga -29.9 bps
FR65.. 7.933% +9.84 bps, harga -79.1 bps
FR75.. 7.989% -1.97 bps, harga +18.8 bps

INDO-23.. 4.136% -2.41 bps, harga +9.8 bps
INDO-28.. 4.562% -2.04 bps, harga +15.0 bps
INDO-38.. 5.203% -1.64 bps, harga +21.5 bps
INDO-48.. 5.082% -0.99 bps, harga +13.9 bps

UST 10Y.. 3.063% +0.005 bps
UST 30Y.. 3.206% +0.005 bps
Gilt 10Y.. 1.519% +0.043 bps
Bund 10Y.. 0.558% +0.036 bps

Volume SUN senilai Rp17,73 triliun dari 36 seri, nilai seri acuan sebesar Rp9,3 triliun. Volume PBS senilai Rp836 miliar dari 5 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,54 triliun dari 57 seri.

Rupiah ditutup menguat 48 poin atau 0,33% ke level 14.142 setelah bergerak di kisaran 14.130-14.189. Penguatan terjadi juga pada Baht Thailand (THB) dan Peso Philippina (PHP).

Tag : Obligasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top