Rekomendasi Saham: Menakar Prospek CTRA Menembus Rp1.300

Kendati membukukan kinerja kuartal I/2018 yang kurang memuaskan, kalangan analis masih merekomendasikan untuk mengoleksi saham PT Ciputra Development Tbk. Pasalnya, kebutuhan properti yang masih tinggi dinilai memperkuat fundamental emiten Grup Ciputra tersebut pada tahun ini.
Dara Aziliya | 23 Mei 2018 10:04 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Kendati membukukan kinerja kuartal I/2018 yang kurang memuaskan, kalangan analis masih merekomendasikan untuk mengoleksi saham PT Ciputra Development Tbk. Pasalnya, kebutuhan properti yang masih tinggi dinilai memperkuat fundamental emiten Grup Ciputra tersebut pada tahun ini.

Pada kuartal I/2018, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 6,8% menjadi Rp1,36 triliun, namun laba bersih emiten dengan kode saham CTRA tersebut tergerus 42,1% menjadi Rp125 miliar.

Hingga penutupan perdagangan Selasa (22/5/2018), harga saham perseroan melemah 4,35% atau 40 poin ke level Rp880 per saham. Sepanjang tahun berjalan, harga saham CTRA pun tergerus 25,74%.

Setelah publikasi laporan keuangan perseroan pada 22 April 2018, 11 dari 12 analis yang dihimpun Bloomberg merekomendasikan beli dengan target harga pada rentang Rp1.241—Rp1.600.

Analis Panin Sekuritas Timotheos Prasetya mengungkapkan pada kuartal I/2018, proyek Losari Makassar dan Ciputra World Surabaya menjadi kontribusi terbesar pada marketing sales perseroan. Hingga akhir tahun, dia merekomendasikan buy dengan target harga Rp1.600.

“Pergerakan harga saham tersebut didorong masih kuatnya permintaan rumah untuk segmen low end atau yang harganya di bawah Rp1 miliar dan akselerasi pengakuan pendapatannya, khususnya dari bulk-sales segment,” ungkap Timotheos melalui riset.

Timotheos mengungkapkan kinerja penjualan pada kuartal I/2018 menjadi awal yang baik bagi Ciputra Development untuk menghadapi kuartal kedua dan ketiga tahun ini, di mana akan terdapat agenda penting yaitu Pilkada.

Kenaikan suku bunga yang saat ini menjadi 4,5% pun diprediksi tidak akan menganggu kinerja CTRA pada 2018 mengingat permintaan rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar yang masih tinggi.

Sementara itu, analis Kresna Securities Franky Rivan mengungkapkan entitas merekomendasikan buy saham CTRA dengan target harga per saham Rp1.380. Kresna bahkan menaikkan target harga CTRA sebesar 25,3% dari proyeksi perseroan sebelumnya.

“Kami mempertahankan proyeksi positif pada CTRA karena perseroan mampu menunjukkan kinerja inti yang memyaskan. Patut dicatat bahwa perputaran dana dari gross operating CTRA cukup sehat,” ungkap Franky.

Adapun, pada kuartal I/2018 perseroan membukukan gross operating cash flow sebesar Rp431,1 miliar, meningkat 39,3% dibandingkan dengan kuartal I/2018 (yoy). Menurut Franky, kondisi tersebut memungkinan CTRA dapat memperkuat pengakuan pendapatan di masa yang akan datang.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top