Valbury Sekuritas: IHSG Sulit ke Zona Positif, Cermati Saham Pilihan Hari Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan sulit bergerak positif karena masih terbebani psikologis pasar akibat gejolak rupiah.
Fajar Sidik | 23 Mei 2018 07:53 WIB
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan sulit bergerak positif karena masih terbebani psikologis pasar akibat gejolak rupiah.

IHSG masih rentan pengaruh dari fluktuasi rupiah, termasuk pada perdagangan saham hari ini. Disamping itu pasar Asia yang diperkirakan negatif semakin mempersulit IHSG ke teritorial positif.

Sentimen pasar dari dalam negeri, Pemerintah terus berupaya untuk meyakinkan ke masyarakat berkenaan dengan pelemahan rupiah agar tidak panik. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah di luar dari asumsi makro yang ditetapkan pemerintah yakni di Rp 13.400 per dolar AS. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah akan memperbaiki APBN menjadi instrumen yang lebih aktif mengelola ekonomi Indonesia.

Disamping itu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini cukup positif di tengah gejolak yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Perekonomian hingga April 2018 menunjukkan perbaikan, ekonomi hingga kuartal I 2018 tumbuh sebesar 5,06%, tingkat inflasi 3,4%.

Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali akan menaikkan bunga acuannya pada tahun 2018 sebesar 25 bps guna menahan laju pelemahan rupiah akibat menguatnya dolar AS. Karena itulah sinyal positif diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan atas kondisi ekonomi Indonesia.

Dari AS, Wakil Presiden Mike Pence telah memperingatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk tidak mempermainkan Presiden Donald Trump dalam KTT 12 Juni mendatang. Korea Utara mengancam akan keluar dari pertemuan itu karena komentar Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.yang menyarankan akan mengikuti model Libya untuk denuklirisasi.

Pemerintah AS mengancam akan menjatuhkan sanksi terberat terhadap Iran. Hal ini akan dilakukan bila Iran tidak meninggalkan proyek nuklirnya, dan tidak menarik diri dari perang sipil Suriah. Sebaliknya bila Iran melakukan perubahan besar, AS siap untuk meringankan sanksi dan membangun kembali hubungan diplomatik dengannya. AS akan mendukung reintegrasi Iran ke dalam sistem ekonomi internasional.

Perspektif tenikal
Support Level : 5730/5710/5668
Resistance Level : 5793/5834/5855
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

Rekomendasi Saham hari ini:

TLKM: Trading Buy
• Close 3470, TP 3510
• Boleh buy di level 3430-3470
• Resistance di 3510 & support di 3430
• Waspadai jika tembus di 3430
• Batasi resiko di 3410

UNTR: Trading Buy
• Close 35975, TP 36425
• Boleh buy di level 35475-35975
• Resistance di 36425 & support di 35475
• Waspadai jika tembus di 35475
• Batasi resiko di 35350

BBCA : Trading Buy
• Close 22000, TP 22575
• Boleh buy di level 21775-22000
• Resistance di 22575 & support di 21775
• Waspadai jika tembus di 21775
• Batasi resiko di 21625

BBTN: Trading Buy
• Close 2790, TP 2830
• Boleh buy di level 2740-2790
• Resistance di 2830 & support di 2740
• Waspadai jika tembus di 2740
• Batasi resiko di 2710

INDF: Trading Buy
• Close 6550, TP 6675
• Boleh buy di level 6400-6550
• Resistance di 6675 & support di 6400
• Waspadai jika tembus di 6400
• Batasi resiko di 6350

RALS: Trading Buy
• Close 1330, TP 1385
• Boleh buy di level 1300-1330
• Resistance di 1385 & support di 1300
• Waspadai jika tembus di 1300
• Batasi resiko di 1285

Ket. TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
WSKT, AKRA, KLBF, ADHI, WIKA, RALS, ANTM.

(Disclaimer ON)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top