Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HARGA BATU BARA: Minyak Mentah Memanas, Harga Batu Hitam Rebound

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,0% atau 0,9 poin di posisi US$91,30/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Mei 2018  |  07:25 WIB
Batu bara rebound. - .Bisnis/Rahmatullah
Batu bara rebound. - .Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup rebound pada akhir perdagangan kemarin, Senin (21/5/2018), seiring dengan penguatan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,0% atau 0,9 poin di posisi US$91,30/metrik ton.

Adapun pada perdagangan Jumat pekan lalu (18/5/2018), harga batu bara kontrak Januari 2019 berakhir dengan pelemahan 2,01% atau 1,85 poin di posisi US$90,40.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat berakhir menguat di level tertinggi barunya dalam tiga tahun pada perdagangan Senin, setelah International Energy Agency (IEA) membuka wacana terkait turunnya produksi minyak Venezuela, yang menjadi selama ini menyimpan  cadangan minyak terbesar dunia.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2018, yang berakhir hari ini, Senin atau Selasa pagi WIB (22/5/2018) menguat 96 sen atau 1,35% dan ditutup di level US$72,24 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 18% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Juni 2018 naik 71 sen dan ditutup di US$79,22 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$6,87 terhadap WTI Juni.

Dilansir dari Bloomberg, krisis di Venezuela mendalam setelah kemenangan Presiden Nicolas Maduro dalam pemilihan umum yang kontroversial, diikuti larangan AS untuk membeli obligasi yang dimiliki pemerintah atau perusahaan minyak milik negara PDVSA, sehingga akan semakin membebani industri energi negara tersebut.

Pada saat yang sama, meredanya tensi perdagangan antara AS dan China mengurangi kekhawatiran tentang perang dagang yang akan memadamkan permintaan energi pada dua negara berkekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pada hari Minggu (20/5/2018), Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS dan China sepakat untuk tidak saling melancarkan ancaman tarif masing-masing.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

21 Mei

91,30

(+1%)

18 Mei

90,40

(-2,01%)

17 Mei

92,25

(+1,10%)

16 Mei

91,25

(+0,33%)

15 Mei

90,95

(-0,76%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga batu bara
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top