Rekomendasi Obligasi: Rupiah Melemah Lagi, SUN Cenderung Bergerak Variatif

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018) harga surat utang negara atau SUN akan kembali bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan.
Emanuel B. Caesario | 21 Mei 2018 09:29 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018) harga surat utang negara atau SUN akan kembali bergerak bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa kecenderungan penurunan tersebut didorong oleh kembali melemahnya nilai tukar rupiah di tengah mata uang regional yang juga mengalami pelemahan jelang lelang penjualan SUN pada perdagangan besok hari.

"Namun, penurunan harga SUN akan dibatasi oleh turunnya imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin yang akan menjadi katalis positif pada perdagangan di hari ini," tulis Made dalam riset harian, Senin (21/5/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, FR0075, dan FR0067

Adapun, imbal hasil SUN pada perdagangan Jumat pekan lalu bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah koreksi yang terjadi di pasar surat utang regional serta jelang pelaksanaan lelang penjualan SUN.

Investor asing kembali melakukan akumulasi penjualan terhadap SBN sehingga mendorong kenaikan imbal hasil. Ini terjadi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pada perdagangan di akhir pekan kemarin di tengah mata uang regional secara keseluruhan mengalami pelemahan terhadap Won Korea Selatan.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 4 - 18 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 5 - 12 bps dengan harga turun hingga sebesar 40 bps.

"Adapun secara teknikal, harga SUN masih bergerak dengan tren sideways di tengah harga SUN yang berada di area jenuh jual," katanya.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global pada Jumat pekan lalu:

FR63 : 6.943% +13.85 bps, harga -55.90 bps
FR64 : 7.342% +18.00 bps, harga -120.0 bps
FR65 : 7.743% +8.86 bps, harga -72.9 bps
FR75 : 7.861% +13.00 bps, harga -127.7 bps

INDO-23 : 4.149% +5.45 bps, harga -22.2 bps
INDO-28 : 4.592% +3.47 bps, harga -25.5 bps
INDO-38 : 5.230% +7.51 bps, harga -98.5 bps
INDO-48 : 5.103% +5.02 bps, harga -70.3 bps

UST 10Y : 3.060% -0.055 bps
UST 30Y : 3.202% -0.048 bps
Gilt 10Y : 1.501% -0.057 bps
Bund 10Y : 0.570% -0.070 bps

Volume SUN senilai Rp15,23 triliun dari 35 seri, nilai seri acuan sebesar Rp2,77 triliun. Volume PBS senilai Rp391 miliar dari 3 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,66 triliun dari 42 seri.

Rupiah melemah 98 poin atau 0,69% ke level 14156 setelah bergerak di kisaran 14053 - 14158. Penguatan hanya terjadi pada Won Korea Selatan (KRW), sementara pelemahan terjadi pada Rupiah Indonesia (IDR), Rupee India (INR), Baht Thailand (THB).

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top