REKOMENDASI SAHAM: Mampukah Charoen Pokphand (CPIN) Tembus Rp4.000?

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari 50% pada kuartal I/2018. Lalu, mampukah capaian fundamental tersebut mengepakkan harga saham perseroan tahun ini?
M. Nurhadi Pratomo | 21 Mei 2018 08:05 WIB
Charoen Pokphand. - charoen

Bisnis.com, JAKARTA - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari 50% pada kuartal I/2018. Lalu, mampukah capaian fundamental tersebut mengepakkan harga saham perseroan tahun ini?

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018, emiten berkode saham CPIN itu mengantongi laba bersih Rp995,79 miliar. Pencapaian itu naik 59,15% dari periode yang sama tahun lalu.

Perseroan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi pakan ternak, pembudidayaan day old chicken (DOC), serta produk ayam olahan tersebut menekan beban pokok penjualan dan pendapatan pada kuartal I/2018. Tercatat, pos pengeluaran itu turun 6,89% secara tahunan dari Rp10,59 triliun menjadi Rp9,86 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, kinerja saham CPIN tercatat tumbuh 13,67% sepanjang periode berjalan sampai dengan penutupan perdagangan, Jumat (18/5). Harga saham ditutup menguat 30% atau 0,89% ke level Rp3.410 pada sesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Marlene Tanumihardja, dalam risetnya yang dikutip melalui Bloomberg, menjelaskan bahwa laba bersih dan pendapatan yang dikantongi CPIN di atas estimasi pada kuartal I/2018. Menurutnya, pertumbuhan laba bersih didorong turunnya beban pokok penjualan sejalan dengan tergerusnya harga jagung.

Dari sisi pendapatan, Marlene menyebut segmen pakan ternak dan live bird menekan kinerja sektor unggas perseroan. Akan tetapi, pertumbuhan didorong oleh lini bisnis DOC dan produk ayam olahan.

Dia memproyeksikan terjadi kenaikan volume permintaan pada kuartal II/2018. Hal tersebut sejalan dengan datangnya momentum Lebaran 2018.“Mempertimbangkan kinerja yang baik pada kuartal I/2018, kami masih mempertahankan rekomendasi beli untuk CPIN dengan target harga Rp4.300,” tulisnya melalui riset yang dikutip akhir pekan lalu.

Marlene menambahkan, rekomendasi beli yang diberikan sejalan dengan potensi kenaikan dari harga saham saat ini. Diperkirakan, potensial upside masih mencapai 17%.

Sementara itu, Analis PT BCA Sekuritas Johanes Prasetia dan Nyoman W Prabawa, dalam riset yang dipublikasikan Bloomberg, memproyeksikan hal serupa. Secara fundamental, kinerja keuangan CPIN akan terkerek pertumbuhan permintaan pada Lebaran 2018.

Selain itu, BCA Sekuritas memprediksi margin dari lini bisnis pakan ternak akan meningkat sejalan dengan turunnya harga jagung. Apalagi, segmen tersebut menjadi kontributor tertinggi pendapatan perseroan.

Dengan pertimbangan tersebut, Johanes dan Prabawa mengganti rekomendasi untuk CPIN dari hold menjadi buy. Bahkan, target harga dinaikkan dari sebelumnya Rp3.100 menjadi Rp4.100 dengan potensi kenaikan 17,1% dari posisi saat ini.

“Kami melihat lebih banyak optimisme dalam prospek unggas pada 2018 karena pendapatan lebih didorong dari volume dibandingkan dengan harga. Selain itu, akan ada peningkatan marjin pada biaya bahan baku pakan yang lebih rendah terutama akibat pelemahan harga jagung lokal dan margin positif dari segmen broiler,” papar mereka dalam riset.

 

Tag : charoen pokphand indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top