CATATAN IHSG MINGGU KETIGA MEI: Asing Masih Net Sell, Indeksi Ikuti Pola Tren ADX

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (18/5/2018) secara mingguan ditutup melemah pada level 5783.31, mengalami pelemahan sebanyak 2.91 % dari penutupan minggu lalu
Linda Teti Silitonga | 21 Mei 2018 04:16 WIB
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (18/5/2018) secara mingguan ditutup melemah pada level 5783.31, mengalami pelemahan sebanyak 2.91 % dari penutupan minggu lalu.

Octavianus Marbun, analis Waterfront Sekuritas Indonesia mengemukakan penutupan minggu ketiga bulan Mei 2018, bergerak melemah.

Tercatat sejak awal perdagangan sudah dibuka melemah dilevel 5933.46, lalu bergerak melemah dan sempat rebound. Hari kedua melemah lagi. Pelemahan terendah dicapai hari ketiga di 5.738.58 (level terendah raihan pekan ini), lalu rebound tipis di penutupan, ditutup melemah kembali dibawa level .5800.

Dia mengemukakan dalam perdagangan sepekan kemarin, pelemahan terlihat dipola trend ADX dengan trend naik yang berkurang (+DI 13) pekan lalu +DI 14, sementara tren turun bertambah (-DI 32) pekan lalu –DI 29.

“IHSG dalam jangka menengah masih dalam tren turun, dengan tekanan jual di beberapa saham LQ 45. Namun secara intraday diperkirakan masih dapat rebound tipis jika kuat di level support –nya,” kata Octavianus seperti dikutip dari risetnya.

Dia mengemukakan, indikator Bollinger Bands mulai membuka dengan level bawah di 5.615,20, level mid di 6.002.61, level RSI pun melemah dilevel 36,61 (minggu lalu level 41,45), dengan indikasi Stochastic %K tidak jadi cross %D keatas dimana volume stabil di antara tekanan jual.

Selama satu pekan perdagangan kemarin, investor asing melakukan net sell  Rp3.41 triliun, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar Rp1,61 triliun.

Total net buy/sell asing sampai dengan bulan Mei tahun 2018 ini sebesar -Rp40,74 triliun.

Octavianus mengemukakan untuk perdagangan pekan ini dalam periode menengah, pasar diprediksi masih dalam cloud down trend.

Untuk periode intraday indeks berpotensi menguat tipis. Namun apabila tidak berhasil melewati level resisten-nya, IHSG akan melemah kembali.

“Penguatan untuk periode mingguan diperkirakan indeks harus membentuk pola penguatan yang baru secara teknikal dengan didukung volume,” kata Octavianus.

Untuk pekan depan support line berada pada level 5.578,72, dengan level support indeks sepekan depan berada dikisaran level 5.667.19 – 5.738,58

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kinerja Saham

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top