Suku Bunga BI Naik, Saatnya Perbesar Portofolio Reksa Dana Pasar Uang

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,50% diyakini akan berdampak pada imbal hasil alias return yang dihasilkan oleh reksa dana pasar uang.
Tegar Arief | 20 Mei 2018 23:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,50% diyakini akan berdampak pada imbal hasil alias return yang dihasilkan oleh reksa dana pasar uang.

Kenaikan BI Rate memang tidak langsung mendorong perbankan untuk menaikkan bunga deposito dalam waktu dekat. Namun bagi manajer investasi (MI) yang menerapkan strategi deposito jangka panjang, kebijakan ini akan membawa berkah.

Direktur Pinnacle Investment Indra Muharam mengatakan, keuntungan akan diperoleh oleh fund manager yang fokus ke liquidity. Kata dia, walaupun kenaikan BI rate hanya 25 bps, namun efeknya ke reksadana pasar uang akan sangat terasa.

"Kalau seperti kami yang fokus ke liquidity dan banyak berinvestasi pada deposito akan sangat berpengaruh dan kenaikan return akan sangat terasa," katanya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Selain reksa dana pasar uang, produk yang akan diuntungkan dengan kebijakan bank sentral ini adalah reksa dana pendapatan tetap. Pasalnya, kenaikan BI rate juga akan berpengaruh terhadap yield obligasi, terutama surat utang negara (SUN).

Dia menambahkan, selama ini yield SUN memang terus menunjukkan kenaikan di mana dalam dua bulan terakhir paling rendah berada di posisi 6,3%-7,2% untuk tenor 10 tahun.

"Kami berharap dengan adanya better guidance dari BI baik dari kenaikan BI rate ataupun policy lainnya dapat membantu menjaga yield SUN dan kestabilan rupiah," harapnya.

Head of Investment Division PT BNI Asset Management Susanto Chandra menilai, peluang meningkatnya imbal hasil reksa dana pasar uang sangat besar sejalan dengan kebijakan bank sentral ini.

Bahkan, dia memprediksi dengan kebijakan ini return reksa dana pasar uang akan meningkat sekitar 25 bps hingga 50 bps. "Itu dengan catatan bank menaikkan bunga dan dengan asumsi bank dan yield obligasi meningkat," kata dia.

Adapun untuk reksa dana jenis lain, menurutnya masih belum tentu akan merasakan dampak langsung. Untuk reksa dana jenis lain, sambungnya, juga terpengaruh oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

"Kalau nilai tukar rupiah stabil akan meningkatkan harga underlying dan begitu pula sebaliknya."

Sementara itu, Executive Vice President Intermediary Business Schroders Indonesia Bonny Iriawan menambahkan, suku bunga menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan return produk reksa dana.

 

Tag : reksa dana, Suku Bunga
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top