KURS RUPIAH 18 MEI: Spot Ditutup Melemah 98 Poin

Nilai tukar rupiah ditutup rebound pada akhir perdagangan Kamis (17/5/2018). Rupiah menguat saat pasar menunggu pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia. Bagaimana pergerakan rupiah hari ini? Ikuti lajunya secara live hingga penutupan.
Aprianto Cahyo Nugroho & Renat Sofie Andriani | 18 Mei 2018 16:01 WIB
Rupiah. - .Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 98 poin atau terdepresiasi 0,70% ke level Rp14.156 per dolar AS pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (18/5).

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan mengerek suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate menjadi 4,50% atau naik sebesar 25 basis poin.

“Kemungkinan rupiah bisa menguat ke 14.000-an, kalau bank sentral meningkatkan suku bunga,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Bisnis.com, Kamis (17/5/2018).

Namun, penguatan tersebut diprediksi hanya berlangsung sementara, mengingat sejumlah data ekonomi AS akan dirilis. Di samping itu, pasar juga mengamati kenaikan yield obligasi AS dan berimbas ke obligasi dalam negeri.

Ibrahim berharap sentimen positif yang bisa menguatkan rupiah atas dolar AS bisa bersambung dengan adanya kesepakatan perdagangan antara China dan AS. Mengingat pada 19 Mei akan ada puncak pertemuan dari petinggi dua negara tersebut.

“Rupiah akan mengalami peguatan, karena win-win solution AS dan China pada 19 Mei.Kita harapkan pada Senin ada kabar bagus untuk rupiah. Kemungkina mata uang yang menjadi lawan dolar kembali stabil,” kata Ibrahim.

Berikut pergerakan rupiah terhadap dolar AS sepanjang hari ini.

16:05 WIB

Pukul 16.00 WIB: Spot Ditutup Melemah 98 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 98 poin atau 0,70% ke level Rp14.156 per dolar AS.

15:48 WIB

Pukul 15.14 WIB: Spot Melemah 87 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 87 poin atau 0,62% ke level Rp14.145 per dolar AS.

14:05 WIB

Pukul 13.54 WIB: Spot Melemah 72 Poin ke 14.130

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 72 poin atau 0,51% ke level Rp14.130 per dolar AS.

11:34 WIB

Pukul 11.29 WIB: Spot Melemah 85 Poin ke 14.143

Nilai tukar rupiah melemah 85 poin atau 0,60% ke Rp14.143 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (18/5/2018).

11:06 WIB

Pukul 10.54 WIB: Spot Comex Turun 1,30 Poin ke 1.288,10

Pergerakan harga emas Comex kontrak Juni 2018 lanjut turun 1,30 poin atau 0,10% ke US$1.288,10 per troy ounce pada perdagangan pagi ini, Jumat (18/5/2018).

11:05 WIB

Pukul 10.56 WIB: Spot Melemah 70 Poin ke 14.128

Nilai tukar rupiah melemah 70 poin atau 0,50% ke Rp14.128 per dolar AS seiring pergerakan IHSG menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (18/5/2018).

10:49 WIB

Pk. 10.40 WIB: Rupiah Melemah 67 Poin ke 14.125

Rupiah melemah 67 poin atau 0,48% ke Rp14.125 per dolar AS

09:26 WIB

Sentimen Positif BI Rate Tertutup Penguatan Dolar, Tensi Perang Dagang AS-China, Data Ekonomi AS

Setelah sempat menguat di awal perdagangan hari ini, Jumat (18/5/2018), kurs rupiah malah kembali terhempas ke level 14.100.

Pada pk. 09.07 WIB, rupiah melemah 55 poin atau 0,39% ke Rp14.113 per dolar AS, dan bergerak di kisaran 14.053—14.113.

Sebelumnya sejumlah ekonom memprediksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dikerek 25 basis poin ke 4,50% yang dilakukan kemarin, bisa menguatkan rupiah meski sementara. Namun penguatan hanya terjadi pada penutupan perdagangan Kamis, yaitu menguat 39 poin ke Rp14.058 per dolar AS, dan di awal perdagangan hari ini.

“Efek dari kenaikan bunga acuan memang tidak terlalu berdampak positif oleh pelaku pasar karena hanya naik 25 bps menjadi 4,50%,” kata Bhima Yudhistira, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) kepada Bisnis.com, Jumat (18/5/2018).

Dia mengemukakan, sebelumnya investor sudah melakukan price in atau antisipasi kebijakan bunga acuan ke harga saham.

Faktor lain yang menekan rupiah saat ini ujarnya, karena indeks dolar AS yang terus mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir menjadi 93,4.

Indeks dolar merupakan perbandingan kurs dolar AS dengan 6 mata uang paling dominan di dunia.

“Jika dolar index naik artinya secara rata rata mata uang dolar semakin perkasa,” kata Bhima.

Sementara itu, investor juga masih mencermati data ekonomi global seperti laporan klaim pengangguran dan data manufaktur AS. Hal ini untuk menentukan arah kenaikan bunga acuan Fed rate berikutnya, khususnya bulan Juni mendatang di rapat FOMC.

Disisi yang lain laporan Beige Book yang dirilis Goldman Sachs mengungkap kekhawatiran para investor terkait perang dagang AS China. “Faktor global ini bisa menentukan fluktuasi nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.”

08:58 WIB

Pukul 08.40 WIB: Spot Berbalik Melemah 46 Poin ke 14.104

Nilai tukar rupiah berbalik melemah 46 poin atau 0,33% ke Rp14.104 per dolar AS seiring pembukaan IHSG pada perdagangan hari ini, Jumat (18/5/2018).

08:01 WIB

Pukul 08.00 WIB: Spot Dibuka Menguat 5 Poin di 14.053

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya dengan dibuka terapresiasi 5 poin atau 0,04% di Rp14.053 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (18/5/2018).

07:41 WIB

Kesepakatan Dagang AS-China, Trump Ragu

Presiden Amerika Serikat Donald Trum0p mengatakan dia meragukan dapat mencapai kesepakatan dengan China atas masalah perdagangan, di saat AS melanjutkan negosiasi untuk menghindari perang dagang.

“Apakah itu akan berhasil? Saya cenderung meragukannya,” kata Trump saat konferensi pers pada hari Kamis (17/5/2018) dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, seperti dikutip Bloomberg, jumat (18/5/2018).

“Alasan saya meragukannya adalah karena China menjadi sangat dimanjakan. Uni Eropa menjadi sangat dimanjakan. Negara-negara lain menjadi sangat dimanja. ”

Trump memulai pertemuan pribadi dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada pukul 16.00 waktu AS di Oval Office, menurut pernyataan Gedung Putih.

Trump juga mengatakan bahwa keputusannya untuk melakukan peninjauan sanksi atas ZTE Corp datang langsung atas permintaan Presiden China Xi Jinping.

“Presiden China, Presiden Xi, meminta saya untuk meninjaunya. Saya katakan saya akan menijaunya. Tapi apa pun yang kami lakukan dengan ZTE hanya komponen kecil dari kesepakatan secara keseluruhan,” ungkap Trump.

Sebelumnya, Trump secara mengejutkan mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan cara untuk membantu ZTE ‘kembali menjalankan aktivitas bisnis dengan cepat,’ yang mendorong spekulasi mengenai pelunakan posisi AS terhadap China.

Departemen Perdagangan melarang perusahaan di AS memasok komponen untuk ZTE bulan lalu karena perusahaan melanggar penyelesaian sanksi 2017 terkait dengan perdagangan dengan Iran dan Korea Utara dan kemudian berbohong tentang pelanggaran tersebut.

Pembicaraan dengan China

AS dan China diperkirakan akan bertukar proposal baru dalam pembicaraan tingkat tinggi pada Kamis dan Jumat di Washington, ungkap Larry Kudlow, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memimpin pembicaraan dengan Liu, bersama dengan Menteri Perdagangan Wilbur Ross dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, menurut Gedung Putih.

Awal bulan ini, Mnuchin memimpin delegasi ke Beijing untuk negosiasi, namun mereka gagal membuat kemajuan yang berarti.

Kudlow mengatakan fokus AS adalah pada pembukaan akses pasar China ke perusahaan AS dengan menurunkan hambatan perdagangan mereka dan mengatasi kekhawatiran AS atas pencurian kekayaan intelektual.

"Kepemilikan warga AS terhadap perusahaannya sendiri di China harus diizinkan. Kami akan melakukan pembicaraan serius yang berurusan dengan situasi perdagangan yang perlu diperbaiki,” ungkap Kudlow.

 

07:15 WIB

Rupiah Dibayangi Keberlanjutan Penguatan Indeks Dolar AS

Indeks dolar Amerika Serikat pekan ini terus berusaha mencetak kenaikan, meski makin tipis.

Indeks dolar AS pada perdagangan Kamis (17/5/2018) sempat melemah, tapi akhirnya berhasil ditutup menguat 0,08% ke level 93,469.

Dikemukakan Bloomberg, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS membangkitkan optimisme pasar.

Pada penutupan perdagangan Kamis, seperti dikutip Bloomberg, yield obligasi AS bertenor 10 tahun ditutuop di angka 3,122%, tertinggi dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Sejak awal tahun ini, yield US Treasury bertenor 10 tahun sudah meningkat lebih dari 50 basis poin, menjadi peningkatan terbesar dalam delapan tahun.

"Hal ini mendorong dolar," kata John Taylor, presiden dan pendiri Taylor Global Vision seperti dikutip Reuters, Jumat (18/5/2018).

Kenaikan yield obligasi mencerminkan optimisme berlanjutnya pertumbuhan ekonomi AS. Hal tersebut memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pinjaman setidaknya dua kali lagi tahun ini.

 

Pergerakan Indeks Dolar AS

 

17 Mei     93,469 (+0,08%)

16 Mei     93,392 (+0,19%)

15 Mei     93,219 (+0,68%)

14 Mei     92,587 (+0,05%)

 

Yield Obligasi AS Tenor 10 Tahun

18 Mei     3,116 (pk. 07.02 WIB)

17 Mei     3,112

16 Mei     3,097

15 Mei     3,073

14 Mei     3,003

11 Mei     2,971

 

Sumber Bloomberg       

06:37 WIB

BI Putuskan Kerek Suku Bunga

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Mei 2018 akhirnya memutuskan menaikkan suku bunga acuan, 7 Day Reverse Repo, sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%.

Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75% dan Lending Facility tetap sebesar 5,25%. Kebijakan ini berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian pasar dunia dan penurunan likuditas global.

"BI memandang bauran kebijakan yang telah ditempuh sebelumnya dan yg ditempuk saat ini konsisten utk menjaga inflasi sesuai saaran 3,5% plus minus 1% pada 2018 dan 2019," kata Agus, Kamis (17/5/2018).

Ke depannya, BI akan melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental dengan tetap menjaga mekanisme pasar. Menurut Agus, kebijakan tersebut ditopang oleh operasi moneter untuk menjaga pasar valas dan pasar uang.

BI juga menerapkan kebijakan makroprudensial di antaranya dengan tetap mempertahankan CCB (Counter Cyclical Buffer) sebesar 0% untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menjaga fungsi intermediasi perbankan.

Selain itu, koordinasi dengan otoritas terkait dan pemerintah tetap diperkuat untuk menjaga stabilias makro ekonomi dan sistem keuangan.

Dalam catatan BI, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi pada sepanjang kuartal I/2018 seiring penguatan dolar dalam skala global secara poin to poin di mana rupiah melemah 1,47% pada kuartal I/2018. dan sebesar 1.06% pada april 2018.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top