EKSPANSI BISNIS: Phintraco Sekuritas Jajaki Bisnis Underwriting

PT Phintraco Sekuritas menargetkan tahun depan sudah dapat mulai masuk dalam bisnis penjamin emisi efek atau underwriter dengan menyasar sejumlah perusahaan potensial daerah untuk melakukan initial publik offering/IPO di Bursa Efek Indonesia.
Emanuel B. Caesario | 18 Mei 2018 14:19 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk harga saham, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - .Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Phintraco Sekuritas menargetkan tahun depan sudah dapat mulai masuk dalam bisnis penjamin emisi efek atau underwriter dengan menyasar sejumlah perusahaan potensial daerah untuk melakukan initial publik offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Phintraco Sekuritas mengatakan bahwa perseroan akan mengajukan permohonan perizinan dari OJK pada semester kedua tahun ini untuk bisnis underwriter.

Jeffrey mengatakan, Phintraco Sekuritas optimistis untuk masuk dalam bisnis penjaminan emisi efek karena perseroan sudah memiliki jaringan yang luas di daerah. Per Me 2018, perseroan sudah memiliki 100 galeri investasi yang tersebar di 43 kota di 24 provinsi.

Dari galeri investasi tersebut, perseroan banyak berkomunikasi dengan para pemilik perusahaan di daerah yang mencari-cari informasi tentang pasar modal.

“Kami optimis harusnya tidak lama untuk proses perizinan itu. Kami sudah ada beberapa yang approach di beberapa daerah [untuk IPO], perusahaan yang skala usahanya lingkupdaerah tetapi sudah layak masuk bursa,” katanya, Jumat (18/5/2018).

Jeffrey mengatakan, sebelum adanya galeri investasi yang tersebar luas ke berbagai daerah, masyarakat di daerah kurang informasi tentang cara mengakses pasar modal. Mereka mengira hanya masyarakat kaya di kota besar saja yang bisa mengakses pasar modal.

Hal yang sama terjadi juga di kalangan korporasi daerah. Mereka merasa ruang lingkup usaha mereka yang kecil belum layak untuk masuk bursa, padahal nilai aset mereka besar dan pengalaman usaha pun sudah cukup panjang.

Sedikitnya ada 3 hingga 5 perusahaan daerah yang sudah menyatakan minat untuk IPO pada Phintraco Sekuritas. Begitu izin dikantongi, Phintraco Sekuritas akan segera melakukan pendekatan lanjutan pada perusahaan-perusahaan ini.

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari Sumatra Utara, Sulawesi Utara dan Kalimantan. Sektor usahanya pun beragam, mulai dari rumah sakit, agribisnis hingga industri kelautan.

Jeffrey mengatakan, upaya Phintraco Sekuritas untuk terus menambah galeri investasi di berbagai daerah serta masuk di bisnis underwriter adalah untuk mendukung visi pemerintah untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia.

Pasalnya, pasar modal Indonesia masih sangat tertinggal bila diukur dari segi jumlah emiten dan jumlah investornya dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Investor ritel Indonesia saat ini baru sekitar 1,1 juta orang, sementara jumlah total emiten baru 582 emiten. Rasionya sangat kecil bila dibandingkan total perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan total jumlah penduduk Indonesia.

Tag : bei
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top