KURS RUPIAH: Menguat Jelang Rilis BI 7DRRR, Analis: Berpotensi ke Posisi 14.000

Kemungkinan rupiah bisa menguat ke 14.000-an, kalau bank sentral meningkatkan suku bunga, kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Bisnis.com, Kamis (17/5/2018).
Linda Teti Silitonga | 17 Mei 2018 13:28 WIB
Rupiah. - .Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika serikat menguat 32 poin atau 0,23% ke Rp14.065 per dolar AS pada pukul 10.52 WIB, Kamis (17/5/2018).

Rupiah menguat menjelang pengumuman keputusan kebijakan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dirilis hari ini. Pasar mengantisipasi BI akan menaikkan 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%.

“Kemungkinan rupiah bisa menguat ke 14.000-an, kalau bank sentral meningkatkan suku bunga,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Bisnis.com, Kamis (17/5/2018).

Namun, penguatan tersebut diprediksi hanya berlangsung sementara, mengingat sejumlah data ekonomi AS akan dirilis.

Di samping itu, pasar juga mengamati kenaikan yield obligasi AS  dan berimbas ke obligasi dalam negeri.

Ibrahim berharap sentimen positif yang bisa menguatkan rupiah atas dolar AS bisa bersambung dengan adanya kesepakatan perdagangan antara China dan AS. Mengingat pada 19 Mei akan ada puncak pertemuan dari petinggi dua negara tersebut.

“Rupiah akan mengalami peguatan, karena win-win solution AS dan China pada 19 Mei.Kita harapkan pada Senin ada kabar bagus untuk rupiah. Kemungkina mata uang yang menjadi lawan dolar kembali stabil,” kata Ibrahim.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top