Valbury Sekuritas: IHSG Rentan Terkoreksi, Teknikal 6 Saham Ini Potensi Naik

Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan rentan kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (16/5) menyusul terbatasnya katalis positif ke pasar.
Fajar Sidik | 16 Mei 2018 08:48 WIB
Karyawati mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan rentan kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (16/5) menyusul terbatasnya katalis positif ke pasar.

Hal ini bersamaan pula dengan pasar saham global yang menunjukan performa kurang baik terutam pasar saham AS yang ditutup terkoreksi serta perkiraan pasar Asia berpeluang melemah.

Sentimen pasar dari dalam negeri. Pemerintah kembali menjelaskan optimistis terhadap perekonomian Indonesia tahun ini. Seperti yang diungkapkan oleh Sri Mulyani bahwa kegiatan ekonomi masyarakat saat ini sedang meningkat seiring dengan membaiknya kinerja konsumsi rumah tangga, investasi maupun ekspor yang tercatat tumbuh positif pada kuartal I 2018.

Data ekonomi teranyar menunjukan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,63 miliar pada April 2018. Secara kumulatif, neraca dagang mengalami defisit sebesar USD1,31 miliar.

Defisit tersebut di luar ekspektasi yang karenakan pada Maret lalu neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD1,09 miliar. Defisit pada April 2018 disebabkan oleh kenaikan impor yang signifikan sebesar 11,28% MoM menjadi sebesar USD16,09 miliar pada April 2018.

Sisi lainnya, defisit APBN 2018 per akhir April mencapai Rp55 triliun, turun dibandingkan akhir Maret sebesar Rp85,8 triliun. Defisit tersebut mencapai 0,39% dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB).

Membaiknya deficit karena perbaikan dari sisi penerimaan pajak yang tumbuh 11% jika dibandingkan tahun lalu. Optimistis dengan pencapain tersebut, berharap defisit APBN hingga akhir tahun bisa mencapai 2,14% dari PDB atau lebih rendah dari target yakni 2,19% dari PDB.

Sentimen pasar dari luar negeri. Geopolitik Timur Tengah yang terjahi akhir-kahir ini yang menunjukan peningkatan ketegangan dapat berdampak terhadap harga minyak dunia, yakni protes atas peresmian kedutaan AS di Yerusalem yang telah menewaskan lebih dari 50 warga Palestina dan penerapan kembali sanksi terhadap Iran serta Arab Saudi mengatakan kepada OPEC telah mengurangi produksi minyak mentah.

Kabar lainnya, Cina akan mengirim utusan ke AS pekan ini untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan sengketa perdagangan kedua belah pihak serta menyambut baik komentar Presiden Donald Trump yang memberi indikasi akan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap perusahaan telekom China, ZTE.

Perspektif tenikal
Support Level : 5801/5764/5694
Resistance Level : 5908/5978/6015
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down

Rekomendasi saham hari ini perspektif teknikal:

ASII: Trading Buy
• Close 6925, TP 7050
• Boleh buy di level 6875-6925
• Resistance di 7050 & support di 6875
• Waspadai jika tembus di 6875
• Batasi resiko di 6800

TLKM: Trading Buy
• Close 3370, TP 3480
• Boleh buy di level 3300-3370
• Resistance di 3480 & support di 3300
• Waspadai jika tembus di 3300
• Batasi resiko di 3280

WIKA : Trading Buy
• Close 1405, TP 1430
• Boleh buy di level 1365-1405
• Resistance di 1430 & support di 1365
• Waspadai jika tembus di 1365
• Batasi resiko di 1355

PTBA: Trading Buy
• Close 3530, TP 3590
• Boleh buy di level 3460-3530
• Resistance di 3590 & support di 3460
• Waspadai jika tembus di 3460
• Batasi resiko di 3430

ADRO: Trading Buy
• Close 1715, TP 1745
• Boleh buy di level 1665-1715
• Resistance di 1745 & support di 1665
• Waspadai jika tembus di 1665
• Batasi resiko di 1655

ERAA: Trading Buy
• Close 2000, TP 2080
• Boleh buy di level 1885-2000
• Resistance di 2080 & support di 1885
• Waspadai jika tembus di 1885
• Batasi resiko di 1870

Ket. TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
ADHI, PTPP, SMGR, BBNI, BBTN

(Disclaimer ON)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top