REKOMENDASI SAHAM: Saham Indo Tambangraya (ITMG) Bakal Lewati Rp35.000?

Kinerja PT Indo Tambang Raya Megah Tbk. yang masih cukup positif sepanjang kuartal I/2018 menjadi alasan yang dapat dipertimbangkan untuk kembali mengoleksi saham emiten berkode ITMG ini.
Emanuel B. Caesario | 16 Mei 2018 06:43 WIB
PT Indo Tambangraya Megah Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Indo Tambang Raya Megah Tbk. yang masih cukup positif sepanjang kuartal I/2018 menjadi alasan yang dapat dipertimbangkan untuk kembali mengoleksi saham emiten berkode ITMG ini.

Dessy Lapagu, analis BNI Sekuritas, mengatakan bahwa penjualan bersih ITMG pada kuartal I/2018 tercatat naik tipis 2,82% year-on-year (yoy) menjadi US$378 juta. Adapun, laba bersih mampu mencapai US$58 juta atau tumbuh positif sebesar 1,61% yoy.

Dessy mengatakan, pihaknya melihat bahwa mayoritas emiten batu bara mencatatkan penurunan kinerja pada kuartal I/2018. Meski demikian, dia masih memiliki pandangan positif terhadap sektor batu bara, mengingat masih bertumbuhnya permintaan batu bara dari pasar domestik dan regional.

Saat ini, saham ITMG diperdagangkan pada price earning (PE) sebesar 8,9 kali dan price to book value ratio (PBV) sebesar 2,3 kali, sedangkan rata-rata perusahaan sejenis miliki PE sebesar 7,8 kali dan PBV sebesar 2,3 kali.

“Kami merekomendasi beli dengan target harga sebesar Rp33.750 per saham. Target harga tersebut memiliki potensi kenaikan sebesar 30,3% dari harga penutupan sebesar Rp25.900 pada 14 Mei 2018,” tulisnya melalui riset, Selasa (15/5).

Pada penutupan perdagangan Selasa (15/5), saham ITMG ditutup naik 1,64% ke level Rp26.325. Sepanjang tahun berjalan, harga sudah naik 27,17%,

Isnaputra Iskandar, Kepala Riset Maybank Kim Eng Sekuritas, mengatakan bahwa capaian kinerja perseroan pada kuartal I/2018 sesuai dengan perkiraan Maybank Kim Eng.

Volume produksi dan penjualan kuartal I/2018 masing-masing 4,4 juta ton, turun 18,5% yoy dan menyumbang masing-masing 19,6% dan 18% dari perkiraan 2018 Maybank. Maybank meyakini penurunan volume sebagian disebabkan karena hujan lebat.

Meski begitu, perseroan masih mampu membukukan peningkatan pendapatan dan laba karena meningkatnya harga jual rata-rata sebesar 23,9% yoy. Tarif pajak yang efektif turun menjadi 29,6% dari 35,3% juga membantu peningkatan laba.

Kinerja volume yang lemah pada kuartal I/2018 juga menyebabkan strip ratio meningkat 24,5% yoy menjadi 11,7 bcm / ton, mendorong biaya tunai eks-royalti meningkat menjadi USD44,4 / ton. Pihaknya percaya harga bahan bakar yang lebih tinggi juga berkontribusi terhadap biaya yang lebih tinggi.

“Kami memperkirakan perseroan setidaknya masih bisa membukukan penghasilan serupa pada kuartal selanjutnya seiring peningkatan produksi dan penurunan biaya. Harga jual rata-rata mungkin ternormalisasi secara kuartalan, tetapi ini akan diimbangi oleh peningkatan volume dan biaya,” katanya.

Maybank Kim Eng juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp35.000 karena tiga faktor. Pertama, eksposur yang kuat ke pasar lewat laut. Kedua, eksposur rendah ke pasar domestik yang berarti risiko peraturan rendah. Ketiga, perseroan membiliki dividen yield yang tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indo tambangraya megah

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top