Royal Prima (PRIM) Incar Laba Tumbuh Dua Kali, Begini Strateginya!

Okupansi rumah sakit perseroan rerata pada level 70%--80%. Menurutnya, angka tersebut menjadi patokan untuk melakukan ekspansi untuk memenuhi layanan kesehatan.
Novita Sari Simamora | 15 Mei 2018 13:03 WIB
Direktur PT Royal Prima Tbk. (PRIM) Mok Siu Pen mengungkapkan perseroan siap mengakuisisi 4 rumah sakit pada tahun ini, Selasa (15/5). - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten rumah sakit, PT Royal Prima Tbk. mengincar target laba dua kali lipat hingga akhir tahun 2018.

Direktur Royal Prima, Mok Siu Pen mengatakan raihan laba pada akhir 2017 senilai Rp20 miliar, dan pihaknya perseroan optimistis target laba bersih senilai Rp45 miliar bakal tercapai seiring dengan target pendapatan yang dipatok tumbuh dua kali lipat.

Adapun pendapatan yang dibukukan pada akhir 2017 senilai Rp177 miliar. Sementara itu, target pendapatan emiten bersandi saham PRIM hingga akhir 2018 senilai Rp445 miliar atau melonjak 151% year on year. "Kami akan prudent dalam ekspansi dan mempertahankan profit dua digit," ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Saat ini, PRIM telah memiliki dua rumah sakit yakni di Medan dan Jambi, jumlah fasilitas masing-masing adalah 754 tempat tidur dan 250 tempat tidur. Pada 2019, manajemen memproyeksikan Medan dan Jambi masing-masing akan memiliki 1.100 tempat tidur dan 350 tempat tidur.

Dia mengungkapkan okupansi rumah sakit perseroan rerata pada level 70%--80%. Menurutnya, angka tersebut menjadi patokan untuk melakukan ekspansi untuk memenuhi layanan kesehatan, khususnya untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Mok mengungkapkan perseroan juga berencana untuk menambah 350 tempat tidur, termasuk dengan penambahan pusat jantung dan pusat kanker untuk menarik kelompok pasien, khususnya dari Sumatra Utara yang biasanya berobat ke Malaysia.

"Dengan adanya pusat jantung dan kanker, maka diharapkan jumlah orang berobat ke rumah sakit Malaysia bisa beralih ke dalam negeri, sehingga devisanya juga ikut kembali ke Indonesia ," ungkapnya.

Saat ini, perseroan juga memiliki landbank seluas 2 hekatare, dan juga berencana untuk menambah tabungan lahan hingga 15 ha yang diproyeksikan rampung pada 2020. Menurutnya, proses akuisisi tanah akan dilakukan bertahap.

Saat mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PRIM langsung terkena autoreject karena meningkat hingga 50% atau 250 poin menuju level Rp750 per saham. Kapitalisasi pasar PRIM mencapai Rp2,54 triliun dan price earning ratio mencapai 250 kali.

 

Tag : kinerja emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top