Efek Geopolitik AS-Iran, OPEC Yakin Kapasitas Pasokan Minyak Mencukupi

Organisasi Negara Pengekspor Minyak memiliki cadangan kapasitas yang cukup untuk melindungi pasar minyak apabila AS kembali memberlakukan sanksi pada Iran
Mutiara Nabila | 14 Mei 2018 13:16 WIB
Suasana sidang OPEC di Vienna, Austria, Rabu (30/11). - REUTERS/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA – Organisasi Negara Pengekspor Minyak memiliki cadangan kapasitas yang cukup untuk melindungi pasar minyak apabila AS kembali memberlakukan sanksi pada Iran

Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei menjabat sebagai Presiden OPEC tahun ini mengatakan bahwa tiga anggota OPEC –Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab– bersama memiliki cadangan minyak yang cukup.

“Jangan khawatir tentang pasokan, saya pikir tidak akan ada masalah terkait dengan hasil sanksi AS ke Iran,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Senin (14/5/2018). Al Mazrouei menyebutkan bahwa OPEC memiliki cadangan produksi minyak yang sudah cukup memadai.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencananya pada pekan lalu untuk menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan akan kembali memberlakukan sanksi pada produsen terbesar ketiga OPEC tersebut.

Keputusan Trump menjadi tantangan bagi OPEC dan sekutunya yang tengah melakukan program pemangkasan produksi untuk mengatasi kelebihan pasokan. Muncul kebimbangan dalam kebijakan OPEC yang ingin memangkas produksi minyak hingga akhir 2018 itu akibat keputusan Trump itu.

Sementara itu, OPEC juga belum mengetahui sejauh mana Trump akan membatasi ekspor minyak Iran, sejumlah analis menyatakan kemungkinan akan mengalami pengurangan.

“AS yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran bisa mengurangi hingga 1 juta barel minyak dari pasar, yang tentunya akan berpengaruh pada berbagai hal,” kata Chief Executive Officer BP Bob Dudley di Abu Dhabi. Menurutnya, masih banyak ketidakpastian di luar sana.

Sejumlah analis memberikan prediksinya mengenai masa depan harga dan pasokan minyak. Prediksi bervariasi dari dampak yang kecil, seperti yang dikemukakan oleh Barclays Plc., hingga kemungkinan kehilangan 50% dari 2,7 juta barel pengiriman minyak harian negara yang diprediksi oleh perusahaan konsultan FGE.

Al Mazrouei menolak memberikan jumlah kapasitas produksi OPEC yang belum digunakan. Dia mengatakan akan membicarakan hal itu pada pertemuan yang dilangsungkan pada Juni mendatang.

OPEC bisa mencari solusi untuk mengimbangi dampak sanksi AS terhadap pasokan minyak. Hal tersebut bukan menjadi kekhawatiran bagi OPEC. Namun, menurut Presiden OPEC tersebut yang menjadi kekhawatiran dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya adalah seberapa banyak persediaan minyak yang harus disediakan oleh OPEC dan sekutunya, serta apakah OPEC bisa terus bertahan.

Sumber : Bloomberg

Tag : Harga Minyak, bom
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top