2018, ROTI Alokasikan Belanja Modal Rp600 Miliar

Produsen roti, PT Nippon Indosari Tbk. siap mengalokasikan belanja modal senilai Rp600 miliar untuk ekspansi dan pemeliharaan pabrik.
Novita Sari Simamora | 12 Mei 2018 22:27 WIB
Presdir PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (tengah) berbincang dengan Direktur Indrayana (dari kiri), dan Presiden Komisaris Benny Setiawan Santoso, disaksikan Komisaris Jaka Prasetya, dan Direktur Arlina Sofia, selepas RUPSLB, di Jakarta, Rabu (17/1). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Produsen roti, PT Nippon Indosari Tbk. (ROTI) siap mengalokasikan belanja modal senilai Rp600 miliar untuk ekspansi dan pemeliharaan pabrik.

Investor Relation & Communication VP Nippon Indosari Lukito Gozali mengungkapkan, belanja modal yang digunakan untuk ekspansi pembangunan dua pabrik di Gresik dan Lampung senilai Rp500 miliar, dan Rp100 miliar untuk pemeliharaan. Adapun belanja modal emiten bersandi saham ROTI akan menggunakan dana penawaran umum terbatas.

"Belanja modal menggunakan dana penawaran umum terbatas," ungkapnya di Jakarta, Jumat (12/5/2018).

Sebelumnya, ROTI telah melaksanakan penawaran umum terbatas I (PUT I) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp1,4 triliun yang akan digunakan untuk mendukung rencana pengembangan usaha Perseroan.

Hingga akhir 2017, dana hasil PUT I tersebut telah digunakan kurang lebih sebesar Rp146,6 miliar. Di tahun yang sama, ROTI menyambut kehadiran KKR & Co.L.P salah satu perusahaan private equity terbesar di dunia, sebagai salah satu pemegang saham terbesar Perseroan yang melakukan investasi melalui Demeter Indo Investment Pte. Ltd..

Selain itu, pada 2017 Sarimonde Foods Corporation yang merupakan entitas anak perseroan telah melaksanakan pembangunan pabrik di Filipina. Pabrik tersebut mulai beroperasi secara bertahap pada semester I 2018.

External Communications Head ROTI Stephen Orlando mengatakan, pada tahun ini, perseroan mulai melaksanakan pembangunan dua pabrik baru yang berlokasi di Gresik dan Lampung. Kedua pabrik baru itu merupakan realisasi awal atas rencana pengembangan usaha dengan memanfaatkan pendanaan hasil PUT I.

Stephen menuturkan, pabrik-pabrik yang berlokasi di Gresik dan Lampung diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2019, dan menjadi perpanjangan tangan Perseroan dalam memproduksi dan mempersembahkan produk halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

 

 

Tag : kinerja emiten
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top