Rupiah Melemah ke Rp14.084, BI & Menkeu Dituntut Cepat Bertindak

Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dituntut untuk cepat bertindak guna mengeluarkan kebijakan untuk membendung pelemahan rupiah
Hadijah Alaydrus | 09 Mei 2018 16:13 WIB
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dituntut untuk cepat bertindak guna mengeluarkan kebijakan untuk membendung pelemahan rupiah.

Berdasarkan data kurs rupiah Bisnis Rabu (9/5/2018, rupiah berada di level Rp14.085 per US$1.

Persoalan perekonomian yang melanda Indonesia sebenarnya itu-itu saja, atau tidak ada hal baru yang siginifikan.

Sayangnya, para pengambil keputusan masih sering terkendala dua persoalan utama dalam mengatasi persoalan ekonomi di Tanah Air. 

Sigit Pramono, Bankir senior dan Chairman Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), mengungkapkan ekonomi Indonesia diibaratkan tubuh manusia, penyakit yang sering muncul sudah dapat dideteksi, ketahanan tubuh sudah bisa diukur, dan cara mengobatinya juga sudah diketahui. 

Dengan demikian, pengambil kebijakan di sektor ekonomi a.l. Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan tinggal memilih ketika muncul gejala tertentu harus diobati dengan cara tertentu. 

"Yang paling penting kecepatan dan ketepatan dalam bertindak," ungkap Sigit hari ini Rabu (9/5/2018). 

Pagi hari ini, Rabu (9/5/2018) kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.074 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.074 per dolar AS, terdepresiasi 38 poin atau 0,27% dari posisi Rp14.036 pada Senin (7/5).

Adapun pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.085 per dolar AS pada pukul 09:11 WIB.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top