Rekomendasi Obligasi: Tekanan Rupiah Mereda Berpotensi Dukung Penguatan SUN

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Jumat (4/5/2018) harga surat utang negara atau SUN akan bergerak bervariasi dengan berpeluang mengalami kenaikan harga di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Emanuel B. Caesario | 04 Mei 2018 08:26 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Jumat (4/5/2018) harga surat utang negara atau SUN akan bergerak bervariasi dengan berpeluang mengalami kenaikan harga di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Rupiah ditutup menguat 9 poin atau 0,06% ke level 13939 setelah bergerak di kisaran 13939 - 13977 pada Kamis (3/5/2018) kemarin.

Selain itu, imbal hasil surat utang global yang cenderung mengalami penurunan jelang disampaikannya data tingkat pengangguran Amerika yang mengalami tingkat terendah sejak 1973 juga akan mendukung potensi kenaikan harga.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa adapun dari dalam negeri katalis positif berasal dari perkiraan para investor mengenai data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I yang diperkirakan mengalami perbaikan.

"Namun, lelang penjualan SUN pada pekan depan akan membayangi koreksi harga pada perdagangan hari ini," katanya dalam riset harian, Jumat (4/5/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, FR0075, FR0050, FR0057, FR0062, dan FR0067.

Adapun kemarin, imbal hasil SUN bergerak terbatas dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah jelang disampaikannya data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I.

Terbatasnya kenaikan imbal hasil SUN didukung oleh aksi beli oleh investor pada perdagangan kemarin di tengah nilai tukar rupiah yang ditutup mengalami penguatan pada perdagangan kemarin.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 6 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 1 - 2 bps dengan harga naik hingga sebesar 2 bps.

"Secara teknikal, harga SUN masih mengalami tren sideways. Namun, harga SUN masih berada di area jenuh jual membuka peluang adanya aksi beli oleh investor," katanya.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63.. 6.538% +1.50 bps, harga -6.2 bps
FR64.. 6.979% +1.62 bps, harga -11.1 bps
FR65.. 7.269% +0.33 bps, harga -2.9 bps
FR75.. 7.513% +0.68 bps, harga -7.0 bps

INDO-23.. 3.920% +6.72 bps, harga -27.9 bps
INDO-28.. 4.366% +5.00 bps, harga -37.7 bps
INDO-38.. 5.011% +5.69 bps, harga -77.9 bps
INDO-48.. 4.890% +4.18 bps, harga -61.5 bps

UST 10Y.. 2.948% -0.028 bps
UST 30Y.. 3.123% -0.028 bps
Gilt 10Y.. 1.401% -0.055 bps
Bund 10Y.. 0.538% -0.039 bps

Volume SUN senilai Rp12,01 triliun dari 37 seri, nilai seri acuan sebesar Rp2,14 triliun. Volume PBS senilai Rp613 miliar dari 5 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,15 triliun dari 33 seri

Tag : Obligasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top