Pekan Ketiga April 2018, Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Kontrak Baru Rp11,27 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru Rp11,27 kuartal pada pertengahan April 2018.
M. Nurhadi Pratomo | 02 Mei 2018 10:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru Rp11,27 kuartal pada pertengahan April 2018.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana menjelaskan bahwa capaian terbesar datang dari sektor infrastruktur dan gedung dengan raihan kontrak Rp8,18 triliun. Selanjutnya, sektor industri menyusul dengan Rp2,07 triliun.

Adapun, raihan kontrak dari sektor energi dan industrial plant menyumbang Rp814,40 miliar. Terakhir, sektor properti berkontribusi Rp207,77 miliar.

"Raihan kontrak baru hingga pekan ketiga April 2018 mencapai Rp11,27 triliun atau hampir 20% dari target kontrak baru perseroan tahun ini. Kami yakin ini akan meningkat lebih cepat di kuartal-kuartal berikutnya,” jelasnya lewat siaran pers, Rabu (2/5/2018).

Tumiyana mengatakan kontrak baru terbesar berasal dari sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kontribusi 54%. Salah satu proyek yang berkontribusi besar yakni pembangunan jalan layang Teluk Lamong yang diinisiasi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Dari sektor swasta, sambungnya, berkontribusi 36.29% terhadap kontrak baru perseroan. Sisanya 9,40% berasal dari proyek pemerintah.

Dia menambahkan emiten berkode saham WIKA itu telah bekerja sama dengan negara-negara di Afrika termasuk Aljazair dengan proyek pembangunan 4.000 unit lodgement. Sementara itu, penjajakan juga dilakukan untuk pembangunan smelter timah di Nigeria.

Tag : wijaya karya
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top