Emiten Gas: PGN Raih Pendapatan Rp10,97 triliun

Emiten distributor gas alam PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) mengantongi pendapatan senilai US$797,75 juta pada kuartal I/2018, tumbuh 6,93% secara year on year (yoy).
Hafiyyan | 27 April 2018 23:06 WIB
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor gas alam PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) mengantongi pendapatan senilai US$797,75 juta pada kuartal I/2018, tumbuh 6,93% secara year on year (yoy).

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menyampaikan, pada kuartal I/2018 perusahaan memeroleh pendapatan senilai US$797,75 juta atau setara dengan Rp10,97 triliun (kurs Rp13.756 per dolar AS). Nilai itu meningkat 6,93% yoy dari kuartal I/2017 sebesar US$746,04 juta atau sekitar Rp10,11 triliun (kurs Rp13.548 per dolar AS).

“Peningkatan pendapatan tersebut dipicu oleh kinerja positif di bisnis gas distribusi. Jumlah penyaluran kepada pelanggan gas bumi segmen industri dan rumah tangga selama tiga bulan pertama di tahun ini meningkat,” paparnya dalam siaran pers, Jumat (27/4/2018).

Pendapatan neto paling besar berasal dari distribusi gas senilai US$632,85 juta, dan penjualan minyak serta gas neto US$133,23 juta. Penjualan distribusi gas bumi kepada segmen industri berkontribusi paling besar pada kuartal I/2018, yakni US$616,90 juta.

Selanjutnya, pendapatan berasal dari pasar komersial US$12,80 juta, Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBG) US$1,98 juta, dan rumah tangga US$1,61 juta.

Dalam 3 bulan pertama 2018 PGN mulai menyalurkan gas ke Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Pada tahap awal di JIIPE, gas akan digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik dan menyuplai kebutuhan pabrik kimia PT Clariant Indonesia.

Rachmat optimistis jumlah pelanggan gas bumi di kawasan industri itu akan terus bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah pabrik baru.

Dari sisi operasional pada kuartal I/2018 PGN berhasil menyalurkan distribusi gas sebesar 836 MMscfd, naik 2% yoy. Adapun, penyaluran gas bumi perusahaan melalui pipa transmisi dan distribusi dalam periode yang sama naik 1,49% yoy menjadi 1.565 MMscfd dari sebelumnya 1.542 MMscfd.

Menurut Rachmat, PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini perusahaan sudah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.

Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong, Papua.

Sementara itu,beban pokok pendapatan per Maret 2018 naik menjadi US$588,89 juta dari sebelumnya US$524,81 juta. Laba bruto pun menurun menuju US$208,86 juta dari kuartal I/2017 senilai US$221,23 juta.

Laba bersih perseroan turun 17,02% yoy menjadi US$80,35 juta atau setara dengan Rp1,1 triliun pada kuartal I/2018 dari sebelumnya US$96,83 juta atau sekitar Rp1,31 triliun.

Total liabilitas PGN per Maret 2018 mencapai US$3,20 miliar, naik dari akhir 2017 sebesar US$3,11 miliar. Liabilitas jangka pendek juga meningkat menuju US$553,56 juta dibandingkan sebelumnya US$466,66 juta.

Ekuitas perusahaan dalam periode yang sama naik menjadi US$3,26 miliar dari sebelumnya US$3,18 miliar. Total aset PGN pada kuartal I/2018 pun naik menjadi US$6,46 miliar dari akhir 2017 senilai US$6,29 miliar.

 

Tag : pgn
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top