Kuartal I/2018, INDY Realisasikan Capex US$36,9 Juta

PT Indika Energy Tbk. (INDY) sudah merealisasikan belanja modal senilai US$36,9 juta pada kuartal I/2018.
Hafiyyan | 27 April 2018 22:58 WIB
Presdir PT Indika Energy Tbk M. Arsjad Rasjid PM didampingi Corsec Dian Paramita mengunjungi redaksi Bisnis Indonesia - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten pertambangan batu bara terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (INDY) sudah merealisasikan belanja modal senilai US$36,9 juta pada kuartal I/2018.

Direktur Indika Energy Azis Armand menyampaikan, pada 2018 perusahaan mengalokasikan capex senilai US$142,8 juta. Alokasi belanja modal terbesar diberikan kepada PT Petrosea Tbk. (PTRO), yakni sejumlah US$112,6 juta.

"Pada kuartal I/2018, perusahaan sudah membelanjakan modal US$36,9 juta. PTRO merealisasikan US$32,7 juta," ujarnya, Kamis (26/4/2018)

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid menuturkan, alokasi capex terebut berada di luar pengembangan gudang di Kalimantan Timur sebesar US$108 juta atau setara dengan Rp1,5 triliun.

Sebelumnya pada 12 April 2018, anak usahanya INDY, PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE) menandatangani perjanjiaan layanan fasilitas penyimpanan. Berdasarkan perjanjian ini, KGTE akan membangun, memiliki, dan mengoperasikan terminal di Kalimantan Timur.

Penggunaan dana investasi US$108 juta akan dipakai dalam rentang waktu 22 bulan sesuai dengan progress pembangunan area pergudangan. Kapasitas penyimpanan mencapai 100 juta liter.

"Pengembangan pergudangan bahan bakar tersebut menjadi salah satu diversifikasi bisnis INDY yang selama ini berfokus ke batu bara. Diverisifikasi itu penting untuk membagi risiko dan meningkatkan pendapatan," tuturnya.

Tag : indika energy
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top