Pinnacle Siap Luncurkan ETF Baru

Pinnacle Investment siap meluncurkan produk reksadana yang dapat diperdagangkan atau exchange traded fund atau ETF baru, yakni ETF ketiga yang akan diluncurkan tahun ini, dengan mengacu pada indeks global FTSE.
Emanuel B. Caesario | 26 April 2018 12:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pinnacle Investment siap meluncurkan produk reksadana yang dapat diperdagangkan atau exchange traded fund atau ETF baru, yakni ETF ketiga yang akan diluncurkan tahun ini, dengan mengacu pada indeks global FTSE.

Guntur Putra, CEO PT Pinnacle Persada Investama, mengatakan bahwa Pinnacle sudah memproses dua ETF. Satu ETF telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Februari 2018, sedangkan satu lagi sedang menunggu proses efektif dari OJK.

ETF pertama Pinnacle tahun ini berbasis prinsip environtmental,social and governance (ESG) sehingga portofolio produknya terdiri atas saham emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan memiliki komitmen untuk memperhatikan prinsip ESG.

Sementara itu, ETF kedua yang tengah diproses di OJK merupakan reksadana pasif dengan mengacu pada indeks IDX30. ETF ini diharapkan terbit Mei 2018 mendatang.

Pada Rabu (25/4/2018), Pinnacle Investment telah melakukan mini expose ke Bursa Efek Indonesia untuk penerbitan ETF ketiga. Ini berupakan ETF pertama Pinnacle yang akan menggunakan indeks global sebagai acuannya.

“Ini kita targetkan bisa terbit Juni atau Juli. Ini bakal dari global index provider, mayoritas ke large cap, cuma dengan metodologi indeks yang berbeda. Akan ada sekitar 28 sampai 30 emiten,” katanya, Rabu (25/4/2018).

Meskipun kinerja emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar sepanjang awal tahun ini tidak begitu menggembirakan dibandingkan emiten-emiten berkapitalisasi pasar kecil dan menengah, tetapi ETF Pinnacle tetap akan berpatokan pada emiten kapitalisasi besar.

Pasalnya, likuiditas emiten-emiten kecil-menengah cenderung sangat terbatas untuk bisa dimasukkan dana besar ETF. Selain itu, porsinya terhadap indeks IHSG juga relatif kecil dan tidak masuk dalam indeks global.

Guntur mengatakan, pihaknya memilih menggunakan indeks global FTSE karena relatif mampu mendekati kinerja IHSG. Meskipun dengan portofolio yang lebih kecil , tetapi secara tingkat risiko dan return-nya lebih mirip dengan IHSG.

“Setelah membandingkan MSCI, FTSE, dan S&P Dow Jones, mungkin yang paling ada kemiripan itu FTSE dan juga outperform terhadap MSCi dan LQ45. Jadi, salah satu yang kita jajaki sementara ini FTSE,” katanya.

Meski begitu, Guntur mengatakan di tahun ini Pinnacle juga berencana meluncurkan produk ETF dengan berbasis indeks global lainnya, yakni MSCI dan S&P Dow Jones. Rencananya, ETF dengan dua indeks global tersebut akan terbit pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini.

Guntur mengatakan, tahun ini Pinnacle memang berencana menerbitkan antara 4 hingga 6 ETF baru. Setelah menyelesaikan 3 ETF pada semester pertama ini, Pinnacle masih akan meluncurkan 1 hingga 3 ETF baru lagi.

Adapun, saham-saham yang menjadi anggota indeks FTSE antara lain yakni PT Astra Internasional Tbk. (ASII), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).

Tag : investasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top