Oso Sekuritas: Indeks Potensial Teknikal Rebound di Level 6.042-6.101

Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan berpotensi teknikal rebound dengan pergerakan di kisaran 6.042 - 6.101.
Mia Chitra Dinisari | 26 April 2018 08:51 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan berpotensi teknikal rebound dengan pergerakan di kisaran 6.042 - 6.101.

Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan pola IHSG terlihat break down support terdekat dengan indikator Stochastic bergerak bearish dan MACD histogram bergerak negatif serta volume turun.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin (26/04), IHSG ditutup melemah 2,40% ke level 6,079.85. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Keuangan dan Barang Konsumsi memimpin pelemahan masing-masing 4 07% dan 2,38%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBRI, BMRI, BBCA, UNVR, HMSP

Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terkait pelemahan nilai tukar Rupiah yang kembali mendekati Level Rp 14.000. Adapun BI menyatakan bahwa nilai Fundamental Rupiah berada di level Rp 13.500 hingga Rp 13.600 Per Dollar AS.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp. 1,96 triliun. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.23% ke level Rp 13.921.

Sementara itu indeks utama bursa Wall Street ditutup mixed dengan mayoritas ditutup dalam zona hijau pada perdagangan semalam. Dow Jones naik 0.25% ke level 24,083.83, S&P menguat 0.18% ke level 2,639.40. Sedangkan satu indeks lainnya ditutup melemah, Nasdaq turun terbatas 0.05% ke level 7,003.74.

Penguatan pada mayoritas indeks tersebut dikarenakan meningkatnya optimisme pasar pasca rilisnya Laporan keuangan dari 31% perusahaan S&P yang berhasil membukukan laba diatas ekspektasi.

Selain itu adanya revisi perkiraan laba bersih perusahaan di kuartal pertama menjadi 22% dari sebelumnya 18% turut menjadi salah satu katalis positif bagi indeks utama AS.

Sementara itu dari pasar komoditas minyak mentah, harga ditutup menguat 0.34% ke level USD 68.28 per barel ditengah kenaikan pasokan minyak mentah.

Economic & Industry News
· Minyak Mentah Mampu Bertahan Di Level Positif Ditengah Kenaikan Pasokan Minyak
· BI : Rupiah Semakin Melemah, Semua Pihak Dihimbau Untuk Menggunakan FX Call Spread Option Sehingga Tidak Langsung Mempengaruhi Kurs
· Menteri Koordinator Bidang Ekonomi : Nilai Tukar Rupiah Di Level 13.900-An Terhadap Dollar AS, Secara Fundamental Rupiah Di Level Rp 13.500 Hingga Rp 13.600 Per Dollar AS
· Penguatan Nilai Tukar Dollar Tidak Memberikan Sentimen Positif Yang Besar Bagi Komoditas Kelapa Sawit

Corporates News
· ASII Membagikan Dividen Sebesar Rp 7,49 Triliun
· PT Madusari Murni Indah Melakukan IPO Dengan Melepaskan 30% Saham
· RODA Mendapatkan Laba Hingga Rp 20 Miliar Pada Kuartal I 2018
· Pada Kuartal I 2018 KOBX Mencatatkan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 128,44% Menjadi US$ 1,19 Juta
· Pada Kuartal I 2018 ASSA Mencatatkan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 79,33% Menjadi Rp 41,09 Miliar
· TRIM Berencana Menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 250 miliar
· Pada Kuartal I 2018 Laba Bersih TURI Naik 34% Menjadi Rp 141 Miliar
· GOLD Berencana Melakukan Right Issue Dengan Menerbikan Sebanyak 240 Juta Saham
· Anak Usaha TOWR Memperoleh Pinjaman Senilai Rp 200 Miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top