AKSI EMITEN 25 APRIL: ASII & UNVR Terkoreksi, Menanti Jurus Tumiyana

Berita mengenai kinerja ASII dan UNVR yang terkeoreksi pada kuartal I/2018 serta perombakan jajaran direksi WIKA menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (25/4/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 April 2018 08:24 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja ASII dan UNVR yang terkoreksi pada kuartal I/2018 serta perombakan jajaran direksi WIKA menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (25/4/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

ASII & UNVR Terkoreksi. Dua emiten berkapitalisasi pasar jumbo, PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) membukukan koreksi laba bersih pada kuartal I/2018. (Bisnis Indonesia)

Menanti Jurus Tumiyana. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak jajaran direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. sejalan dengan optimisme menjadikan perseroan sebagai kontraktor kelas dunia. (Bisnis Indonesia)

Anak BUMN Lebih Optimistis. Sekuritas anak usa ha badan usaha milik negara (BUMN) optimistis kinerja ke uangan tahun ini akan mem baik, setelah pada tahun lalu men catatkan kinerja yang kurang memuaskan. (Bisnis Indonesia)

Laba ASII Tertekan Bisnis Otomotif. Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) dalam tiga bulan pertama tahun ini masih tertekan. Laba bersih ASII turun 2% year on year (yoy) menjadi Rp 4,98 triliun. Padahal, pendapatannya masih tumbuh 14,43% menjadi Rp 55,82 triliun. (Kontan)

Dana Kereta Cepat WIKA Cair Bulan Depan. Setelah tertunda beberapa kali, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berharap dana pinjaman untuk proyek kereta cepat atau high speed rail (HSR) JakartaBandung bisa segera cair. Pinjaman yang berasal dari China Development Bank (CDB) ini diharapkan bisa diterima pada Mei mendatang. (Kontan)

IPO, Transcoal Pacific Incar Rp 100 Miliar. Perusahaan transportasi dan logistik PT Transcoal Pacific bakal menggalang pendanaan dari pasar modal melalui penawaran perdana umum atau initial public offering (IPO). Calon emiten ini membidik dana segar sekitar Rp 100 miliar dari aksi korporasi tersebut. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top