Perusahaan Gas Negara (PGAS) Bidik Valuasi Pertagas Kelar Agustus 2018

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menargetkan proses valuasi PT Pertamina Gas dapat rampung pada Agustus 2018.
M. Nurhadi Pratomo | 25 April 2018 21:42 WIB
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menargetkan proses valuasi PT Pertamina Gas dapat rampung pada Agustus 2018.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengatakan akan meminta izin kepada pemegang saham mayoritas untuk pengintegrasian Pertamina Gas (Pertagas) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Kamis (26/4). Akan tetapi, pihaknya mengaku belum membahas nilai valuasi dari transaksi tersebut.

Jobi mengatakan nilai valuasi Pertagas masih dikaji oleh konsultan. Apabila masuk sebagai kategori transaksi material maka perseroan akan meminta izin kepada pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

“Kami targetkan sebelum Agustus 2018 selesai karena ultimate dari Holding BUMN Migas selain pengalihan saham negara di PGN ke PT Pertamina (Persero) yakni nilai Pertagas yang akan diintegrasikan,” jelasnya di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dia menyebut perseroan memiliki sumber pendanaan dari perbankan selain dari kas internal. Opsi pendanaan akan diputuskan setelah nilai valuasi Pertagas ditetapkan.

Pihaknya menyatakan akuisisi Pertagas akan memberikan tambahan pendapatan bagi emiten berkode saham PGAS itu. Perseroan telah melakukan komunikasi intensif untuk mengoptimalisasi aset yang dimiliki keduanya.

“[Tidak menaikkan leverage] karena kita membeli sesuatu yang menghasilkan uang,” jelasnya.

Sebagai catatan, PGAS mengantongi pendapatan US$2,97 miliar pada 2017. Pencapaian tersebut dari periode sebelumnya US$2,93 miliar.

Menurut catatan Bisnis, pendapatan PGAS diperoleh dari hasil penjualan gas US$2,4 miliar dan penjualan minyak US$472,8 juta. Dari situ, perseroan mengantongi laba bersih US$143,1 juta pada 2017.

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa integrasi antara PGN dan Pertagas dilakukan secara bertahap. Dia menyatakan ingin mengintegrasikan operasi dan investasi.

“Mengenai transaksi yang akan dilakukan antara PGN dan Pertagas kami sudah kaji beberapa opsi seperti inbreng, akuisisi, atau merger,” ujarnya.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kememnterian BUMN Fajar Harry Sampurno sebelumnya mengatakan PGAS akan mengakuisisi Pertagas sejalan dengan telah terbentuknya Holding BUMN Migas. Skema tersebut dipilih lantaran dinilai lebih cepat untuk mewujudkan sinergi keduanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pgn, pgas

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top