Pelindo III Raih Peringkat Baa3 dari Moody's

Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menyematkan peringkat Baa3 dengan prospek stabil untuk surat utang yang akand diterbitkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Peringkat surat utang Baa3 tergolong investment grade atau peringkat layak investasi.
Rivki Maulana | 24 April 2018 14:36 WIB
Terminal Peti Kemas Semarang - Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menyematkan peringkat Baa3 dengan prospek stabil untuk surat utang yang akand diterbitkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Peringkat surat utang Baa3 tergolong investment grade atau peringkat layak investasi.

Berdasarkan publikasi Moody's yang dikutip Bisnis.com, Selasa (24/4/2018), Pelindo III akan menggunakan dana hasil penerbitan surat utang untuk melunasi hutang bank, belanja modal, dan kebutuhan umum perusahaan. Secara khusus, Moody's juga menggabungkan penilaian berdasarkan kualitas kredit Pelindo III dan peringkat surat utang Baa2 untuk surat utang yang diterbitkan Pemerintah Indonesia

"Peringkat perseroa didukung oleh posisi [pasar kepelabuhan] yang dominal di Tengah dan Timur Indonesia, dan dalam kondisi makro ekonomi yang menguntungkan," ujar Spencer Ng, Vice President & Senior Analyst Moody's.

Untuk diketahui, Pelindo III berencana menerbitkan obligasi global hingga US$1 miliar. Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara mengatakan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan ekspansi untuk proyek-proyek greenfield sebesar 70% dan sisanya untuk proyek-proyek brownfield. "Total capex kami tahun ini Rp12 triliun dan pendanaanya kami cari dari pasar modal," ujarnya.

Dalam catatan Bisnis.com, Pelindo III akan menggunakan dana penerbitan surat utang global untuk refinancing atau pelunasan utang. Beberapa utang yang akan dilunasi lewat dana penerbitan surat utang antara lain pinjaman dari Bank asing sebesar US$50 juta dan pinjaman sindikasi dari bank lokal senilai Rp3 triliun.

Selain melunasi utang, Pelindo III juga mengalokasikan belanja modal untuk pembelian 49% saham milik Dubai Port World di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) senilai Rp490 miliar. BUMN berbasis di Surabaya itu siap membeli peralatan baru dengan investasi Rp2,42 triliun hingga 2020 mendatang.

Di 2018-2019, Pelindo III sedikitnya membutuhkan belanja modal sedikitnya Rp7,8 triliun untuk sebelas proyek penting. Beberapa proyek yang tengah digarap yakni Pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi Java Integrated Industrial & Port Estate di Gresik, Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Emas, Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali dan PLTMG di Terminal Teluk Lamong. Pelindo III juga tengah membangun terminal kapal pesiar di Benoa, Banyuwangi, dan Lombok untuk menggarap segmen pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top