Otoritas Bursa Gulirkan Program Capital Market Professional Development Program

Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) 2018.
Tegar Arief | 24 April 2018 09:32 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) 2018.

CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakan industri pasar modal Indonesia pada cita-cita di atas.

Besarnya potensi pasar modal di Indonesia masih terkendala dengan minimnya jumlah SDM, sehingga kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap industri pasar modal belum dapat difasilitasi secara optimal.

"Pada 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO 26 orang dan pada 2017 31 orang. Proses seleksi CMPDP dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI)," tulis bursa dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (24/4/2018).

Pada tahun ini, jumlah pelamar CMPDP mencapai 3.962 orang. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 3.575 kandidat akan mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia.

Bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti Psikotest, FGD, dan Interview sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training.

Dengan demikian SRO akan memiliki SDM profesional yang handal dan memadai guna mendukung operasional bisnis dan mengembangkan industri pasar modal Indonesia sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi yang terbesar di ASEAN dan bersaing secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top