Wall Street Variatif di antara Optimisme Laporan Keuangan dan Permintaan Smartphone

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Senin (23/4/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 April 2018 06:48 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Senin (23/4/2018).

Kekhawatiran tentang lesunya permintaan smartphone membebani saham teknologi serta menekan Nasdaq bergerak lebih rendah. Di sisi lain, optimisme laporan keuangan perusahaan mampu mengimbangi sentimen itu dan membatasi pelemahan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun tipis 0,06% atau 14,25 poin di level 24.448,69, indeks S&P 500 naik tipis 0,01% atau 0,15 poin di 2.670,29, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,25% atau 17,53 poin di level 7.128,60.

Saham teknologi menyeret S&P 500 dan Nasdaq turun menjelang pekan besar rilis laporan keuangan untuk sektor ini. Saham pembuat chip turun setelah produsen chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd, memangkas target pendapatan full year akibat permintaan yang lebih lemah untuk smartphone.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Januari 2014 di tengah kekhawatiran atas tumbuhnya suplai utang pemerintah dan inflasi yang lebih cepat.

“Pasar jelas dikhawatirkan oleh pergerakan ini di pasar obligasi,” kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco, dikutip Reuters.

“Pada akhirnya jika suku bunga jangka panjang terus bergerak lebih tinggi, itu akan terus menjadi batu sandungan bagi pasar dan saya pikir kita akan terus melihat perdagangan pasar turun,” tambah Massocca.

Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan memberi titik terang. Sebanyak 18% dari perusahaan pada S&P 500 yang telah merilis laporannya, 78,2% di antaranya mampu mengalahkan perkiraan konsensus.

“Laporan keuangan yang sangat bagus terus mendukung pasar,” lanjut Massocca.

Analis memperkirakan pertumbuhan laba sebesar hampir 20% pada perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama, terkuat dalam tujuh tahun, menurut data Thomson Reuters.

Saham induk Google, Alphabet Inc., naik sedikit dalam perdagangan after-hours yang volatil pascarilis laporan keuangannya. Perusahaan melaporkan lonjakan laba sebesar 73% pada kuartal pertama.

Laporan kuartalan selanjutnya diperkirakan dirilis pekan ini oleh 181 perusahaan S&P 500, termasuk raksasa teknologi Facebook Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc., dan Intel Corp.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top