Ledakan Pipa Libya Tekan Pasokan Minyak Afrika Utara

Serangan ke saluran pipa pasokan minyak Libya telah mengurangi produksi Afrika Utara hingga hampir 80.000 barel per hari (bpd) dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk diperbaiki
Mutiara Nabila | 23 April 2018 21:45 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Serangan ke saluran pipa pasokan minyak Libya telah mengurangi produksi Afrika Utara hingga hampir 80.000 barel per hari (bpd) dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk diperbaiki.

Hal itu terungkap dalam laporan perusahaan minyak nasional Libya (NOC) pada Minggu (22/4/2018), dikutip dari Bloomberg.

Dampak dari kebakaran yang menyebabkan adanya tuduhan pada Waha Oil sebagai 'aksi teroris' menggarisbawahi kerapuhan pemulihan pasokan minyak Libya.

Anggota organisasi negara pengekspor minyak mentah (OPEC) tersebut telah berusaha keras meningkatkan produksi di tengah dampak dari perpecahan politik yang terjadi pada 2011.

Dilansir dari Bloomberg Senin (23/4/2018), sumber resmi NOC mengatakan, Waha Oil yang sebagian dimiliki oleh NOC memompa 300.000 bpd bulan lalu namun serangan pada Sabtu mengakibatkan kebakaran pada saluran pipa yang menghubungkan persediaan Waha di Timur Libya ke terminal ekspor Es Sider.

Produksi minyak Libya rebound dari 370.000 bpd pada dua tahun lalu dan saat ini telah mencapai 1 juta bpd saat sedang stabil dan tetap dalam kondisi baik. Masih di bawah 1,8 juta bpd yang sebelumnya dipompa Libya sebelum kematian Moammar Gaddafi.

Dari data yang dikumpulkan Bloomberg, sebagai rumah dari persediaan minyak mentah terbesar Afrika, Libya memompa 990.000 barel per hari pada Maret lalu.

Es Sider dijadwalkan memuat 14 kargo minyak mentah pada Mei mendatang. Kapal tangker Panagia Armata akan tiba di pelabuhan Mediterania pada 25 April dan tidak menyediakan instruksi pemuatan apapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga minyak mentah wti

Sumber : Bloomberg
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top