Cadangan Minyak AS Susut, WTI Menguat

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 2,9% atau US$1,95 ke level US$68,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 21% di atas rata-rata perdagangan 100 hari.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 April 2018 08:04 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah naik ke level tertinggi sejak 2014 pada akhir perdagangan Rabu (18/4/2018) setelah penurunan cadangan minyak mentah , bensin, solar, dan bahan bakar jet AS menandakan meningkatnya pengetatan pasokan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 2,9% atau US$1,95 ke level US$68,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 21% di atas rata-rata perdagangan 100 hari.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,90 untuk mengakhiri sesi di level US$73,48 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global terseut diperdagangkan lebih mahal US$5,01 dari WTI kontrak Juni.

Dilansir Bloomberg, laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penyusutan cadangan minyak AS dan penarikan minyak mentah pertama dari kompleks penyimpanan terbesar AS dalam enam pekan terakhir.

EIA melaporkan stok minyak mentah AS turun 1,07 juta barel pekan lalu, sementara pasokan di pusat penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma turun 1,12 juta. Pasokan bensin turun 2,97 juta barel dan cadangan minyak distilat turun 3,11 juta barel ke level terendah sejak November.

Penurunan ini menggarisbawahi optimisme bahwa upaya yang dipimpin OPEC untuk mengekang pasokan global akan diperkuat akhir pekan ini ketika para negara produsen dan sekutu bertemu di Arab Saudi.

"Kami terus melihat adanya kepatuhan (atas kesepakatan) yang sangat kuat oleh negara-negara OPEC untuk membatasi pasokan,” kata Nick Holmes, seorang analis di Tortoise di Leawood, Kansas, seperti dikutip Bloomberg.

“Ada banyak faktor yang berkontribusi pada gambaran inventaris yang lebih ketat. Secara global, kami melihat permintaan minyak mentah yang kuat,” lanjutnya

Minyak mentah diperdagangkan pada level tertinggi sejak lebih dari tiga tahun lalu menjelang pertemuan produsen minyak utama di kota Jeddah, Saudi pada 20 April mendatang untuk membahas kerjasama pasar.

OPEC ingin memancing lebih banyak produsen untuk bergabung dengan kesepakatan pengurangan produksi, ungkap Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazrouei dalam wawancara dengan Bloomberg Television.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top